Ada Apa Dengan Judul Artikel?

Kata atau kalimat pertama yang bertemu mata pembaca dari artikel  adalah bagian judul. Kalau judul tersebut menarik, memantik rasa penasaran pembaca, maka kemungkinan besar pembaca akan tertarik untuk melanjutkan membaca artikel yang kita tulis. Jika tidak? Mungkin saja artikel tersebut tak akan dibaca. Itulah kenapa, judul ini sangat penting dalam sebuah tulisan atau artikel.

Judul itu ibarat kail yang mencoba memancing minat pembaca untuk melirik tulisan kita. Khusus dalam sebuah blog competition, pembaca terpenting tentu saja JURI.

Saya selalu membayangkan seorang juri blog competition akan dihadapkan pada sekian ratus artikel yang wajib ia baca dan nilai. Minat, kesediaan, dan gairah seorang juri untuk membaca setiap artikel peserta blog competition akan berbeda-beda. Mungkin saja ia masih bersemangat ketika membaca artikel pertama, tapi kemudian semangat dan mood menilainya akan semakin menurun seiring artikel berikutnya dihadapkan padanya. Mending kalau tulisan kita ada di urutan awal-awal yang dibaca juri, bagaimana kalau ada diurutan sekian puluh? Maka, saya percaya strategi pertama untuk menarik minat juri agar melirik dan menaruh minat serta mood membacanya pada tulisan kita selalu diawali dengan Judul yang menarik.

Masalahnya, judul yang menarik itu seperti apa? Jujur, soal ini juga masih menjadi masalah bagi saya. Mencari judul yang tepat untuk artikel yang ditulis adalah sebuah seni tersendiri. Kerap kali ketika sebuah artikel sudah beres, saya harus mengendapkan artikel tersebut beberapa hari dan tidak mempostingnya hanya karena saya belum menemukan judul yang pas bagi artikel tersebut.

Menurut saya, setidaknya ada 3 prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam membuat judul: judul harus sesuai tema, memancing rasa penasaran, serta menggunakan kata-kata yang mudah diingat atau sekalian aja yang unik.

Isa Alamsyah lewat bukunya yang berjudul 101 Dosa Penulis Pemula memberi beberapa panduan  bagaimana memformulasi sebuah judul, sebagai berikut:

  1. Judul harus membuat pembaca penasaran.
  2. Judul harus bisa menggoda pembaca.
  3. Judul tidak terlalu panjang, juga tidak terlalu pendek.
  4. Judul harus menggambarkan isi.
  5. Judul tidak membocorkan.
  6. Jika judul menyebut nama tokoh, pastikan nama tokohnya menarik.
  7. Pilih kata atau diksi yang tidak lazim digunakan untuk judul.
  8. Pilih dengan cerdas kata atau kalimat yang provokatif.
  9. Pilihlah dengan cerdas kata atau frasa yang tidak standar.

Sementara itu, dari kuliah menulis online Qureta bersama Daru Priambodo, saya mendapat beberapa bocoran teknis membuat judul sebagai berikut:

  1. Dari ungkapan yang sudah trend, atau sudah umum di masyarakat.
  2. Memakai ungkapan, permainan kata dan rima.
  3. Diambil dari plesetan judul yang sudah dikenal.
  4. Satu kata yang berkesan, nama, tempat, atau ungkapan rasa.
  5. Menentang, memprovoksai pembaca, membuat penasaran.
  6. Usahakan ringkas, paling banyak 6 kata.

Dari berbagai teknik yang disarankan para penulis diatas, mana yang sering saya pakai dalam membuat judul artikel? Hmm,.. saya tak secara spesifik fokus pada salah satu poin teknis diatas. Ngacak aja sih. Yang pasti, begitu menemukan judul yang berasa cakep, ya saya pakai itu.

Misal, saya memakai kata ungkapan yang jadi brandingnya Jaya Suprana, Kelirumologi, untuk dijadikan judul artikel saya Kelirumologi RTRW Aceh dan Dampaknya Pada Ekosistem Leuser. Kata ‘kelirumologi’ sebelumnya juga saya pakai pada artikel Meluruskan Kelirumologi Soal SKK Migas. Alhamdulillah, keduanya keluar jadi juara blog competition.

Diluar dari teknik-teknik diatas, saya biasanya melihat-lihat judul artikel di media masa. Karena saya suka membaca koran kompas, dan menganggap judul-judul artikel mereka itu bagus, saya jadikan koran ini sebagai role model judul-judul tulisan saya. Artickel berjudul Kepincut Godaan Rasa KFC Zuper Crunch” saya contek dari judul artikel kuliner di kompas minggu. Alhamdulillah juga, artikel ini keluar jadi juara 1 di blog competition kompasiana.

Ngomong-ngomong, judul artikel ini saya ambil idenya dari judul film populer tahun 2000an, Ada Apa Dengan Cinta? Judul film ini terhitung paling banyak digunakan orang untuk membuat judul artikel mereka. Yaa, karena filmnya itu sendiri memang sangat akrab bagi masyarakat.

Yang terpenting dan perlu diingat  adalah jangan membuat judul artikel  clickbait. Itu tuh, judul artikel yang heboh dan bikin penasaran kita, tapi isinya sama sekali gak nyambung dengan judul artikel tersebut. Dalam ajang blog competition sih kayaknya bakal bikin tulisan tersebut di kick, gak bakal dinilai.

Pertanyaan berikutnya, dalam proses menulis, apakah harus bikin judul dulu baru nulis, atau bikin tulisan dulu baru judul? Kalau saya sih bisa jadi dua-duanya, meskipun kebanyakan saya menulis badan artikelnya tersebih dahulu.

Biasanya saya akan menulis judul terlebih dahulu jika mendapat ide judul yang dirasa catcy sementara artikelnya belum dibuat. Kelemahan kalau judul ditulis terlebih dahulu adalah saya jadi terikat dengan judul tersebut sehingga tak begitu leluasa mengembangkan ide untuk badan artikel di luar tema judul.

Nah, itu pengalaman saya dalam membuat judul artikel. Bagaimana dengan kamu?

 

 

 

 

 

Ofi Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *