Apa Itu Parenting Islami?

Sumber foto: muslimah.or.id

Parenting islami atau pola pengasuhan dan pendidikan anak berdasarkan nilai-nilai islami saat ini semakin banyak dipelajari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari fitrah setiap orang tua  yang mendambakan buah hatinya menjadi anak yang sholeh/sholehah yang mampu menjadi kebanggaan mereka di kemudian hari. Sementara itu, di lain pihak pengaruh lingkungan sekitar yang kurang baik bisa berpotensi merusak moral anak.

Parenting Islami pada dasarnya adalah konsep menerapkan kaidah-kaidah islami dalam kehidupan sehari-hari kita, terutama yang berhubungan dengan pendidikan dan pengasuhan anak. Ini adalah solusi terbaik  mengingat Al-Quran dan Al-Hadist telah memberikan tools yang lengkap bagi kita untuk diterapkan dalam keluarga dalam mendidik anak kita.

Parenting Islami bukan sekedar pilihan yang perlu dilakukan oleh keluarga muslim, tapi ini adalah kewajiban yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Allah SWT telah berfirman dalah Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6, “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Ayat ini mewajibkan kita untuk menuntun kelurga kita, termasuk anak kita, untuk menghindari diri dari api neraka, caranya tiada lain dengan menanamkan karakter islami pada anak kita. Bukankah Rasul bersabda.”Muliakanlah anak-anakmu dan didiklah dengan budi pekerti yang baik” (HR Ibnu Majah).

Islam juga mengajarkan bahwa anak adalah titipan Allah yang akan dimintai pertanggungjawabannya dari kita. Setiap orang tua akan diminta pertanggung jawaban apabila kita tidak bisa mendidik anak kita dengan benar, sementara disisi lain anak yang sholeh/sholehah akan menjadi jalan pahala kita sesudah kita meninggal, selain ilmu yang bermanfaat serta amal shodaqoh? Ini juga menjadi pertimbangan mengapa parenting islami sangat perlu diterapkan dalam kehidupan keluarga kita.

Lebih jauh, keluarga adalah lingkungan terdekat bagi seorang anak dalam bersosialisasi. Lingkungan keluarga merupakan miniatur kehidupan sosial yang akan dihadapi anak dalam pergaulannya di masa yang akan datang. Pola kehidupan di keluarga akan menjadi role model anak dalam bersikap dan berperilaku di lingkungan social yang lebih besar nantinya. Disinilah mengapa parenting islami menjadi esensial.

Saat ini, konsep parenting Islami terasa begitu mendesak untuk diterapkan di keluarga apabila memperhatikan fakta begitu banyak peristiwa yang menunjukkan bagaimana  banyak anak-anak Indonesia telah jauh dari nilai-nilai islami. Narkoba makin mudah ditemui di lingkungan sekolah, kehidupan free sex yang bukan lagi menjadi hal yang tabu, bulying di sekolah ataupun betapa mudahnya anak untuk memutuskan bunuh diri ketika keinginannya tidak terpenuhi. Sedikit banyak, kondisi ini boleh jadi disebabkan karena keluarga mereka abai dalam menerapkan konsep parenting islami.

Proses parenting islami perlu dilakukan sejak dini. Beberapa penelitian ilmiah menyebutkan bahwa anak pada usia 0-5 tahun adalah masa-masa paling penting dalam pembentukan karakter anak. Periode ini disebut juga masa golden age dimana perkembangan Intelectual Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ) berada dalam fasa perkembangan yang terbaik. Apabila di periode usia ini kita bisa memberikan pola pengasuhan sesuai ajaran-ajaran Islam, Insya Allah ke depannya akan akan memiliki karakter-karakter islami ketika dia beranjak dewasa.

Konsep parenting Islami bukan hanya sekedar mengajarkan apa yang benar dan apa yang salah menurut agama Islam. Parenting Islami memperhatikan hal-hal detail terkait perkembangan anak mulai dari hal terkecil sampai hal besar. parenting islami memperhatikan bagaimana orang tua mengajarkan anak untuk mengembangkan kemampuannya dan membangun kebiasaan-kebiasan positif. Dalam hal terkecil, Rasulullah menganjurkan orang tua agar menamai anak dengan yang baik agar terbentuk konsep diri yang positif.

Dengan dimensi pembahasan yang demikian luas seperti disebutkan diatas, tentu saja konsep parenting islami ini harus dipahami oleh setiap orang tua secara benar, sehingga cita-cita membentuk anak yang berkarakter islami bisa terwujud.

Ayo belajar parenting islami!

 

 

 

 

 

 

2 Comments

  1. Prima February 14, 2018 Reply
    • Ofi GumelarAuthor February 15, 2018 Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *