Bedah Artikel Juara Flash Blogging

Setelah kemarin-kemarin saya menulis kiat menang lomba flash blogging (kamu bisa baca artikelnya disini dan disini), sekarang saya mau mengajak membedah salah satu artikel saya yang menang lomba flash blogging tersebut. Anggap saja sebagai bedah kasus, bagaimana sih saya menerapkan apa yang sudah saya tulis di artikel sebelumnya tersebut.

Kali ini, saya ambil artikel yang menang lomba flash blogging yang diselenggarakan oleh kompasiana dengan SKK Migas. Informasi kegiatannya ada disini, sementara link artikel aslinya bisa kalian baca disini.

Untuk memudahkan kalian membedah artikel ini, saya sengaja membedakan cara penulisannya. Tulisan yang dicetak tebal (blod) adalah tulisan asli dari artikel yang saya buat untuk lomba flash blogging, sementara tulisan yang ditulis miring (italic) adalah penjelasan saya dari artikel tersebut.

Yuk, kita bedah :

Banner acara flash blogging SKK Migas yang saya ikuti

Meluruskan Kelirumologi Soal SKK Migas

Kekuatan pertama tulisan lomba blog, terutama dalam flash blogging dimana jurinya pun hanya punya waktu terbatas, berada pada judul yang nge-hook. Kita perlu menulis judul yang unik dan benar-benar mampu memancing rasa penasaran juri. Soal aturan membuat judul, kamu bisa baca diartikel saya sebelumnya.

Untuk judul yang menarik, salah satu triknya adalah dengan menggunakan idiom atau kata yang sudah banyak dikenal orang. “kelirumologi” adalah brandingnya Jaya Suprana, boss jamu ini pakarnya soal kelirumologi. Dari sinilah saya meminjam istilah beliau, hanya untuk memancing minat juri buat baca tulisan saya.

Soal “meluruskan kelirumologi …” ini terkait isu yang sedang menerpa SKK Migas saat itu. Kalau kamu ingat, waktu itu SKK Migas sedang diguncang isu OTT mantan pimpinannya yang ditangkap KPK karena kasus suap. Dari isu ini saya menganggap acara seminar ini memang salah satu upaya mereka untuk menegaskan bahwa kasus itu hanya dilakukan oknum personal saja, bukan institusi secara keseluruhan.

Biar bisa begini, makanya saya menyarankan untuk banyak-banyak membaca isu seputar penyelenggara acara sebelumnya.

Sebagai komoditas yang sangat melimpah di negeri ini, Minyak dan Gas (migas) memiliki andil yang sangat besar dalam pembangunan bangsa Indonesia. Dalam kurun waktu 70 tahun sejak kelahirannya, Indonesia saangat bergantung pada sektor ini untuk menopang pembiayaan pembangunannya. Kontribusi sektor migas yang mencapai 50 persen dari total pendapatan negara, telah menjadikan sektor ini memegang peranan penting sebagai tulang punggung perekonomian bangsa. Meminjam istilah Purnomo Yusgiantoro, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Peranan Sektor Migas bangsa ini layak disebut sebagai engine of gowth.

Mengingat kontribusinya yang sangat vital ini, maka dibutuhkan lembaga yang berwenang untuk mengendalikan dan mengatur aktivitas industri migas di Indonesia. Tugas ini kemudian diemban oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas).

Dua paragraf awal ini adalah paragraf yang sudah saya siapkan sebelum datang ke acara flash blogging. Sedikit tricky dan curang sih, tapi sepanjang tak diperiksa oleh panitia lomba, yaa pinter-pinter kita dong buat menyiasatinya.

Kalau kalian baca, paragraph pembuka ini begitu umum isinya, belum menyentuh esensi apa yang akan dijelaskan dalam acara seminar nantinya. Ingat, pakai saja 5W+1H untuk menulis paragraf umum seperti ini.

Hari ini, Jum’at  (28 Agustus 205) saya beruntung diajak oleh Kompasiana untuk ikut nangkring bareng SKK Migas. Ini kesempatan bagus untuk mengeksplorasi soal pengelolaan industri migas oleh lembaga negara ini. Bertempat di  Ruang Serba Guna SKK Migas, Gedung City Plaza Kompleks Wisma Mulia, Jakarta, saya dan para kompasianers diberi kesempatan untuk menyimak pemaparan Bpk. Elan Bintoro, kepala Humas SKK Migas. Acara ini juga dilanjutkan dengan tur ke Emergency Response Center (ERC) untuk mengetahui bagaimana management crisis industri hulu migas.

Pada paragraf ini saya langsung to the point menjelaskan menjelaskan inti acaranya. Dimana tempatnya, siapa pembicaranya, terus detail susunan acara seperti apa. Jangan lupa simak acaranya dengan baik dan siapkan notes untuk menulis detail penting yang disampaikan pembicara.

Diawal pemaparannya, Pak Elan menyampaikan bagaimana tantangan SKK Migas saat ini menjadi demikian berat. Ini karena sektor migas menjadi penunjang berbagai aktifitas bangsa ini, termasuk aktifitas perekonomian. Bisa dimengerti, sekarang apa sih yang tidak butuh energi? Mulai dari listrik yang sangat dibutuhkan mensuplai berbagai alat elektronik, energi untuk menjalankan berbagai alat produksi, atau energi untuk menunjang sektor transportasi.

Memperhatikan pemaparan Pak Elan, saya menangkap bagaimana beliau berusaha mengurai bagaimana kontribusi mereka terhadap bangsa ini. Asal tahu saja, sektor migas masih menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan negara, setelah sektor pajak. Kontribusi mereka terlihat dari 3 fungsi SKK Migas terhadap bangsa ini. Fungsi SKK Migas ini meliputi:

  • sebagai sumber bahan bakar/energi bagi rakyat; termasuk penggunaanya dalam energi rumah tangga, transportasi maupun mendukung industri rakyat.
  • Sebagai penyumbang pendapatan negara, yang berasal dari gross revenue/lifting dan cost recovery
  • Multiflyer Effect, seperti tingkat konten dalam negeri seperti penggunaan alat-alat, tenaga kerja yang harus berasal dari dalam negeri, serta transaksi yang dilakukan melalui bank lokal.

Disini saya to the point memaparkan inti apa saja yang disampaikan pembicara. Makanya saya bilang, siapkan notes dan simak baik-baik pemaparan pembicaranya.

Yang menarik, saya mencatat dari pemaparan beliau ada beberapa persepsi keliru yang coba diluruskan dalam kompasiana nangkring saat ini, atau meminjam istilah Jaya Suprana, disebut kelirumologi.

Kelirumologi pertama yang coba diluruskan adalah soal banyaknya uang yang berseliweran di SKK Migas. Persepsi ini muncul dari fakta bahwa industri ini memang sangat gemuk modal. Ditambah dengan kasus suap pimpinan SKK Migas terdahulu, menjadikan persepsi ini semakin menguat. Padahal ini keliru, dimana Pak Elan menyebutkan bahwa soal transaksi revenue kontraktor langsung disetor kepada Kementerian Keuangan, tanpa melalui SKK Migas terlebih dahulu. Jadi, apanya yang berseliweran?

Soal boros biaya juga perlu diluruskan. Ada anggapan untuk biaya eksplorasi menjadi tanggung jawab negara, pdahal ini salah. Biaya eksplorasi dibebankan pada perusahaan kontraktor. Apabila ternyata ladang kosong, tentu yang rugi adalah kontraktor.

Berikutnya, soal royalnya memberikan konsesi eksplorasi ladang migas pada perusahaan asing. Ini juga sebenarnya tidak terlalu benar. Dengan menyebutkan fungsinya untuk menghadirkan multiflyer efect diatas, kontraktor asing juga diharuskan menggunakan tenaga kerja asli Indonesia, menggunakan berbagai peralatan bermuatan Indonesia, serta transaksi keuangan mereka yang harus menggunakan bank lokal. Ini tentu membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, serta membantu meningkatkan nilai transaksi di Bank Lokal.

Kelirumologi terakhir mungkin soal tanggung jawab pengelolaan industri migas. Banyak orang yang mempunyai persepsi bahwa soal pendistribusian juga menjadi tugas mereka. Tentu ini salah, karena tugas SKK migas meliputi eksporasi, sampai dengan produksi. Sementara soal pendistribusian menjadi kewenangan lembaga lain.

Dibalik itu, tentu saja ada banyak hal yang bisa didapat dari nangkring kali ini. Satu hal yang pasti, ternyata tanggung jawab SKK Migas sangat besar untuk menjamin perekonomian bangsa ini tetap melesat. Well, buat saya sih yang pasti saya jadi mengerti bahwa semua persepsi keliru seperti diatas ternyata salah. Kamu?

Nah, beberapa paragraf terakhir ini adalah pemikiran saya soal inti acara ini sebenarnya mau ngapain sih? Menurut saya sih ini unik, dan memang tak disampaikan secara tersurat dalam presentasi pembicara. Saya hanya mencoba menyimpulkan dari beragam materi yang diberikan pembicaranya, dan akhirnya saat menemukan moment ‘AHA’ dari catatan-catatan saya dari pembicara, saya segera menuliskannya.

Bukannya sombong, waktu itu tak ada blogger lain yang menuliskan isu menuruskan kelirumologi ini dalam artikelnya. Bisa ditebak, ketika judulnya nge-hook, ketika isinya berbeda dari yang lain, artikel saya keluar sebagai juara pertama flash blogging ini.

Senang? Pastinya dong,… Mau kayak gini? Sok pelajari aja trik saya diatas.

Kalau ada pertanyaan, feel free to ask in the comment place.

 

 

Ofi Gumelar

4 thoughts on “Bedah Artikel Juara Flash Blogging

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *