Belajar dari Teman

Sebagai manusia yang harus terus memperbaiki kualitas diri, belajar merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan oleh kita semua. Belajar tidak perlu harus formal dengan menempuh jalur sekolah maupun kuliah, lebih dari itu belajar merupakan proses untuk terus menggali ilmu pengetahuan yang tidak terbatas waktu, jarak maupun tempat.

Kesadaran akan hal tersebut baru terlintas tidak lama ini saat saya sedang menempuh jalur pendidikan magister di sini, di Jepang. Bukannya sok berlebihan, tapi mungkin kesadaran tersebut timbul dikarenakan terlalu banyaknya waktu luang yang saya rasakan. Dan alhamdulillahnya, waktu luang ini tidak membuat saya melakukan hal-hal yang kontraproduktif, tapi lebih mengarah pada kebaikan. Bagus kannn??? hehehe,…dulu biasanya kalau punya waktu luang pasti kerjaannya tidak lebih dari tiduran, nonton video musik atau film, atau nongkrong gak jelas. ¬†Saya tidak tahu apakah ini akibat faktor “U” juga. Usia yang sudah menginjak masa yang tidak bisa dibilang muda lagi mungkin mengajak pemikiran saya untuk berubah menjadi sedikit lebih bijak. Cieeeee…..

Tapi benar, semestinya kita bisa memanfaatkan apa yang ada disekitar kita untuk diri kita. Yaa dari situ kita belajar,…Misal nih, saya yang punya kesempatan untuk mendapat pengalaman hidup di Jepang, ini bisa membuka mata, hati, pikiran dan semuanya untuk melakukan komparasi, mencari kelebihan negara ini dibanding negara kita. Mengamati budaya, pola hidup masyarakat Jepang bisa membuat saya mengerti mengapa mereka bisa demikian jauhnya meninggalkan kita dalam beberapa hal,…dsb. Ini yang saya maksud belajar dari sekeliling kita. Beberapa pembelajaran ini coba pula saya tuangkan dalam blog ini, sekedar sharing apa yang menjadi pembelajaran saya. Bukankah ilmu itu harus diamalkan dan diajarkan,..

Contoh lain yang saat ini coba saya terapkan dalam proses pembelajaran diri saya adalah ‘belajar dari teman’. Saya baru menyadari manfaat dar teman-teman ini selain untuk bersosialisasi, komunikasi dan teman jalan-jalan, ternyata kita bisa mengambil manfaat lainnya, yaitu dengan belajar dari sifat dan kebiasaan mereka.

Ingat bahwa sidik jari setiap orang berbeda?ingat bahwa DNA setiap orang tidak ada yang sama? artinya setiap orang itu special, tidak ada yang sama,..dan dari situ saya beralasan bahwa setiap orang pasti punya keunikan tersendiri, dan yakin kalau kita bisa mengambil pembelajaran dari keunikan mereka, maka makin luas ilmu kita,..makin banyak manfaat yang bisa kita petik dari hal tersebut.

Bertemu dengan teman-teman baru yang berbeda karakter menyadarkan saya akan banyaknya ‘materi’ pembelajaran dari mereka. Saya belajar bagaimana cara mereka bersikap, bagaimana pula cara menghadapi ‘sikap dan kelakuan’ mereka, saya belajar apa kelebihan mereka – apa kelemahan mereka, dan tentu saja mengambil banyak hal dari semua itu untuk ‘ilmu pengetahuan’ saya. Saya yakin ini akan sangat bermanfaat bagi kita sendiri. Ibaratnya makin kita bertemu dan berteman dengan banyak orang, makin besar pula peluang untuk belajar,…untuk meningkatkan kualitas diri kita dan menjadi manusia yang lebih baik lagi setiap harinya.

Ini mungkin hanya sekelebat lintasan pikiran yang saya tahu saat ini, tapi yang jelas saya akan berusaha terus untuk mengimplementasikannya dalam keseharian saya. Hanya janji pada diri sendiri saja semoga saya bisa konsisten melaksanakannya.

Salam sahabat,

OSG

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *