Berani Menang, Jangan Takut Kalah

Pengumuman yang membawa kebahagiaan (sumber: kompasiana)

Hari ini saya senang sekali. Shubuh tadi, ketika membuka kompasiana, saya dikejutkan dengan sebuah postingan yang membuat saya berbunga-bunga. Sebuah pengumuman lomba blog competition menyebutkan nama saya sebagai salah satu pemenangnya.

eh, kalau kamu mau baca artikel yang saya ikutkan dalam blog competition tersebut, kamu bisa baca DISINI.

Perasaan saya campur aduk. Antara senang, terkejut, bangga semua jadi satu. Biar pun ini bukan kemenangan pertama saya, momen seperti ini selalu berkesan.

Saya memandang sebuah kemenangan dari lomba blog competition ini dari tiga hal. Pertama, bangga karena ketika tulisan kita menang lomba, berarti kualitasnya bagus. Entah dari segi ide maupun sistematika penyajiannya. Kedua, yakin bahwa passion saya memang menulis. Ya, dengan semakin banyak menang blog competition, saya makin nyaman untuk menulis.  Ketiga, hadiah lomba hanya sebatas bonus dan reward dari apa yang kita perjuangkan. Serius, saya tak mengejar target hadiah sebagai motivasi utama mengikuti blog competition.

Oh ya, saya kasih tahu prinsip saya selama mengikuti berbagai blog competition, sebut saja mantra ajaib saya yang selalu mematik semangat saya. Berani menang, jangan takut kalah. Iya, sesimpel itu. Saya pikir memang seperti itu seharusnya mental seseorang yang kompetitif.

Begini, saya coba jelasin dikit yaa ….

Berani menang itu artinya ketika kamu sudah niat untuk ikutan suatu lomba, kamu sudah harus mentargetkan untuk menang. Kalau cuma sekedar iseng atau coba-coba, ya sudah kemungkinan besar bakal kalah. Kenapa? Karena beda energinya.

Ketika kamu sudah berani menang, yakin deh kamu bakalan lebih bersemangat dan fokus ketika menggarap artikel yang akan diikutkan dalam lomba blog. Sementara, jika cuma sekedar coba-coba, kamu bakal mengerjakannya sedang seadanya. Kemungkinan besar yang cuma iseng dan coba-coba ya pasti gak menang.

Saat kamu sudah berani menang, kamu juga Jangan Takut Kalah. Ketakutan untuk kalah malah seringkali menghalangi langkah kita buat ikutan kompetisi. Ah, yang ikutan pasti jago-jago, yang ikutan blogger senior semua … ujung-ujungnya bilang, da aku mah apa atuh? Halah ….

Terus kalau saya sudah berani menang, kemudian sudah gak takut kalah, tapi nyatanya kemudian kalah dan gak menang blog competition gimana? Ya sudah, gak apa-apa. Saya selalu bilang dalam hati kalau ini sih bukan kalah, tapi kemenangan yang tertunda. Saya menjadikannya sebagai titik poin untuk belajar kembali, meneliti apa yang kurang dan menyempurnakannya kemudian.

Btw, sebelum saya menang lomba di kompasiana ini, sesunggungnya pertengahan januari kemarin saya menunggu-nunggu pengumuman lomba menulis di qureta.com. Guess What, gue kalah. Padahal waktu itu bikin artikelnya sudah serius banget, pake riset, googling sana sini, baca banyak referensi, tapi nyatanya kalah.

Terus gimana dong?  Aku mah biasa aja. lagi pula kalau menang terus tuh gak seru ah ….

 

 

 

 

 

12 Comments

  1. Prima February 3, 2018 Reply
  2. Anis Khoir February 3, 2018 Reply
    • Ofi GumelarAuthor February 4, 2018 Reply
  3. Walimin February 3, 2018 Reply
  4. Suden February 3, 2018 Reply
    • Ofi GumelarAuthor February 4, 2018 Reply
  5. Wid February 4, 2018 Reply
    • Ofi GumelarAuthor February 4, 2018 Reply
  6. Shinta February 4, 2018 Reply
    • Ofi GumelarAuthor February 4, 2018 Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *