Bersepeda: Cara Simpel Menyehatkan Badan dan Lingkungan

Bersepeda kapan saja dan di mana saja

Punya hobi bersepeda? Selamat. Selain kamu punya cara asyik menjaga kesehatan tubuh, secara tidak langsung kamu juga turut andil menyehatkan lingkunganmu. Kok bisa?

Bersepeda merupakan salah satu jenis olahraga yang banyak digemari orang. Tengok saja di lokasi Car Free Day, selain mereka yang jogging dan lari pastilah terselip orang-orang yang bersepeda di sana. Komunitas sepeda juga makin banyak tumbuh subuh di kota-kota besar, dengan beragam spesialisnya. Ada penyuka sepeda lipat, sepeda gunung bahkan pehobi sepeda ekstrim seperti downhill, kini banyak bermunculan.

“Bersepeda itu menyenangkan. Setiap kali habis menggowes sepeda, badan saya selalu segar.” Begitu kata para pehobi sepeda. Tampak subjektif memang, tapi coba aja kamu rutinkan bersepeda, dijamin kamu bakal setuju dengan pendapat tersebut. Kok saya bisa bilang gitu? Ya karena saya sudah merasakannya.

Yup, saya adalah salah satu penyuka bersepeda. Dulu sih hanya sebatas hobi, tapi sejak lima tahun lalu saya sudah mulai menggunakan sepeda sebagai moda transportasi saya, meskipun memang tidak setiap hari. Istilah kerennya, bike to work.

Belanja ke warung terdekat cukup sepedaan saja

Selama lima tahun menggeluti hobi bersepeda ini, saya merasakan banyak manfaat bagi kesehatan saya. Agak klise memang, karena kan semua orang tahu kalau olahraga tuh pasti bermanfaat bagi kesehatan. Setidaknya, saya mau cerita dari sisi apa yang saya rasakan selama aktif bersepeda. Jadi, bukan sekedar kata orang atau cuma mengutip dari artikel saja. Jadi, ini dia tiga manfaat yang saya rasakan selama bersepeda tersebut:

  1. Olahraga santai tapi bikin bugar

Saya tuh pengen rutin berolahraga tapi gak mau yang berat-berat. Sempat milih mau ikutan fitness, tapi malesnya itu lho kalau lihat beban yang berat-berat. Termasuk mau lari, males juga karena saya tipe yang gak bisa memforsir tubuh untuk cepat berkeringat. Dari sini saya kemudian memilih bersepeda.

Bersepeda itu bisa dilakukan dengan santai, bisa diatur kecepatannya dengan durasi gowes terserah kita. saya biasanya bersepeda keliling komplek rumah kurang lebih 30 menit setiap pagi. Believe me, itu bikin badan bugar dan segar sebelum menjalani aktifitas harian. Oh ya, dalam dua kali seminggu saya juga bersepeda ke kantor. Yang saya rasakan sih saya bisa lebih segar menjalani hari-hari kerjaan di kantor.

2. Bakar Lemak tanpa Repot

Simpel saja sebenarnya, menggowes sepeda lumayan cukup membakar kalori di tubuh. Memang tergantung dari durasi kita bersepeda sih, tapi yang saya rasakan saya bisa menjaga proporsi berat tubuh saya. Padahal saya gak diet atau mengontrol makanan. Dari sini saya mengambil kesimpulan, aktifitas gowes rutin saya turut berkontribusi membakar lemak-lemak yang ada di tubuh ini. Oh ya, banyak penelitian juga kok yang meriset korelasi keduanya, search aja di internet.

3. Bikin hati senang, sedikit melupakan stress

Entah kenapa setiap kali menggowes sepeda, saya selalu merasa hepi. Kelihatan subjektif, bisa jadi. Tapi tunggu dulu, coba deh rasakan setiap kayuhan pedal yang kita lakukan lumayan bisa bikin ceria. Termasuk kalau lagi kesal, saya salurkan pada kayuhan yang kasar, ngebut dan cepat. Lumayan lho bisa jadi penyaluran stress atas kekesalan yang kita lakukan. Eh belum lagi kalau kita gowes ke tempat-tempat baru yang belum pernah kita kunjungi. Pemandangan yang terhampar di depan kita, serta hembusan udara yang menampar pipi saat kita menggowes sepeda, itu bikin stress kita lewat. Trust me!

Nah, kalau kamu belum percaya manfaat bersepeda untuk kesehatan tubuh, sebenarnya kmau bisa merujuk pada data ilmiah ataupun beragam artikel. Banyak hasil riset yang menyebut bersepeda punya banyak khasiat bagus buat kesehatan. Sebut saja, mengurangi risiko jantung dan penyumbatan pembuluh darah, mengurangi risiko kanker, mengurangi risiko diabetes dan menguatkan koordinasi anggota tubuh. Tapi saya gak bakal bahas di sini. Teman-teman bisa cari sendiri aja di internet. Tanya mbah google bisa kok!

Ternyata selain menyehatkan tubuh, bersepeda juga turut andil mengurangi polusi udara lho. Sederhana saja, sepeda kan moda transportasi yang tidak mengeluarkan asap layaknya kendaraan bermotor. Ia tuh zero emission alias nol polusi. Tentu saja kalau kamu peduli pada lingkunganmu, kamu bisa coba naik level, bukan hanya menjadikan sepeda sebagai sarana buat berolahraga saja, tapi juga menggunakannya untuk moda transportasi kamu. Bisa? Bisa dong, saya sudah membuktikannya.

Seperti saya ceritakan di paragraf sebelumnya, sejak lima tahun lalu saya sudah mulai menjajal bersepeda ke kantor. Ketertarikan ini dimulai sejak saya mengambil tema sepeda sebagai moda transportasi sebagai tema disertasi yang saya tulis untuk syarat kelulusan pascasarjana saya. Dari semula hanya riset, mencari responden yang ber-bike to work, hingga kemudian mengharuskan saya untuk menjajalnya sendiri, membuat saya semakin tertarik untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekedar hanya tema tulisan saya. Dari situlah kemudian aktifitas bersepeda sudah jadi bagian rutinitas saya.

Ya, bersepeda bisa jadi cara simpel kita buat menjaga udara tetap segar. Mungkin peranannya terlihat kecil, tapi kalau banyak orang yang melakukan hal yang sama, dampaknya tak bisa diremehkan lagi. Bisa? Tentu saja bisa. Lihat Belanda, negeri dimana jumlah sepeda lebih banyak dibandingkan penduduknya, bersepeda harian sudah menjadi budaya yang melekat pada aktifitas harian mereka. Kalau orang bule saja bisa, masa kita nggak bisa.

Tentu saja sepeda punya kelemahan. Kalau kita perlu melakukan perjalanan jauh, jelas sepeda bukan opsi yang tepat. Menurut riset, jarak yang paling terasa ‘normal’ untuk menggowes itu sekitar 5-6 km. lebih dari situ bisa jadi bikin capek. Balik lagi, seandainya untuk rentang jarak yang segitu kita bisa mengabaikan kendaraan bermotor, berapa banyak polusi bisa dicegah? Btw, duit bensin juga kan bisa dihemat, iya gak?

Buat kamu yang melihat ini pilihan berat dan kelihatannya susah, saya sih maklum. Dulu awalnya saya juga merasakan hal yang sama. Tapi percaya deh, begitu sering dilakukan bakalan terasa makin mudah. Nah, untuk memulai menggunakan sepeda sebagai moda transportasi harian kamu, saya punya tips bagaimana memulainya. Ini berdasarkan pengalaman saya sendiri sih, … semoga saja setelah baca beberapa tips ini kamu suka dan bisa ikutan ber-bike to work. Oke? Ini dia …

  1. Pilih sepeda jenis apa?

Pertanyaan pertama yang sering bikin bingung orang yang mau mulai bersepeda adalah soal pilihan jenis sepedanya. Apakah sepeda lipat? Mountain bike? Atau mungkin sepeda onthel? Hehe… semua kembali kepada kita sendiri kok. Mau jenis sepeda apapun yang penting kan dipakai gowes. Termasuk apakah mau beli sepeda baru atau sepeda second. Up to you …

2. Perlu Helm dan Asesoris lainnya?

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah perlu pakai helm atau asesoris lainnya. Jujur kalau saya bilang sih gak begitu penting, toh sepeda termasuk jenis moda yang lajunya gak begitu cepat. Aman laah sepanjang kita hati-hati mah. Tapi yaa akan lebih baik jika kita gowes menggunakan helm dan pengaman lainnya. Cuma intinya adalah kalaupun belum punya helm jangan jadi halangan buat gak gowes. Saya sih punya helm, tapi kadang dipake kadang nggak. Bagi saya yang paling penting malah memakai masker penutup hidung. Bukan apa-apa, kualitas udara di jalanan kita kan gak begitu berpolusi. Banyak debu ataupun asap knalpot kendaraan.  

3. Cari Teman Bersepeda Lebih Asyik

Banyak Teman Banyak Kesenangan

Oke, kamu sudah punya sepeda, punya helm dan sudah siap memulai aktifitas bersepeda. Biar asyik, baiknya cari teman aja. Kamu bisa gabung dengan komunitas sepeda, atau yang paling gampang sih ajak teman atau tetangga buat juga sepedaan bareng kamu. Makin banyak teman rasanya makin asyik. Oh ya, kalau kamu sering ngobrol sama teman-teman yang sehobi, ini bakalan makin menyemangati kita buat terus gowes.

4. Mulai dari jarak terdekat

Yang Namanya aktifitas olahraga itu gak bisa dilakukan secara sekaligus. Bagusnya dilakukan bertahap. Ini supaya badan kita gak kaget ketika diajak beraktifitas yang berat. Jadi saran saya adalah mulai bersepeda dalam jarak dekat dahulu. Yaa, kamu bisa mulai bersepeda keliling komplek rumah di pagi hari. Kamu bisa mulai menggunakan sepeda untuk sekedar berbelanja di mini market depan komplek perumahan. Jangan lupa, nikmati setiap kayuhannya.

5. Ketahui Jarak Rumah dengan Kantor

jarak Rumah ke kantor saya

Nah, kalau kamu sudah siap untuk bersepeda ke kantor, ada baiknya kamu mengukur terlebih dahulu jarak antara rumah dan kantormu. Seperti yang saya bilang, jarak tempuh yang direkomendasikan para ahli untuk bersepeda adalah sekitar 5-6 Km. maksudnya biar kamu gak capek juga kalau sudah di kantor. Kalau capek kan bukannya produktif, malah bikin kacau kerjaan kamu.

Oh ya, selain jarak tempuh, perhatikan pula rutenya. Kalau banyak tanjakan tentu perlu energi ekstra buat bersepeda ke kantor.

6. Patuhi Rambu Lalu Lintas

Selalu Patuhi Peratauran Lalu Lintas

Pesepeda itu termasuk kaum inferior di jalan. Maksudnya karena moda transportasinya yang paling slow, pesepeda dan juga pejalan kaki sering jadi yang paling lemah di jalan. Apalagi kondisi jalan di perkotaan kita kebanyakan belum menyediakan jalur khusus buat pesepeda, ini membuat mereka harus bertarung dengan pengguna motor ataupun mobil.

Biar aman di jalan, kamu perlu memperhatikan dan patuhi pada peraturan yang berlaku. Ambil sisi terkiri ketika menggowes. Perlu hati-hati dalam menyeberang melintas jalan.

Tapi jangan terlalu dipikirin kalau menggowes di jalan raya itu susah. Santai saja asal tetap hati-hati, semua bakalan menyenangkan kok.

7. Siapin tumbler

Jangan lupa siapkan tumbler buat bekal air biar kemu gak kehausan. Biasanya tiap sepeda selalu menyediakan tempat untuk menyimpan tumbler. Jadi, bawa saja tumblermu bat jaga-jga kalau dijalan kehausan karena berkeringat sambil menggowes.

8. Siapin Toiletries dan Baju Kerja

Saya biasanya menggowes dengan menggunakan kaos oblong. Sementara untuk baju kerja sengaja saya masukan dalam tas punggung, termasuk toiletries buat sekedar membersihkan keringat sehabis menggowes. Biar lebih segar, saya biasanya mengganti baju di kantor.

9. Have Fun

Terakhir, nikmati saja perjalanan gowes kamu. Jangan jadikan beban. Ingat saja, semakin kamu sering menggowes, badanmu semakin sehat dan pada saat yang sama kamu juga sudah berkontribusi untuk menjaga udara kota tidak bertambah kotor.

Nah, semoga saja tips-tips sederhana di atas bisa meyakinkan kamu buat mulai ikut menggowes sepeda ke kantor. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo bike to work!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *