Cara Menabung dengan Uang Pas-pasan

Dulu setiap menghadapi lebaran, saya selalu merasa khawatir. Bukan apa-apa, sebagai pegawai rendahan dengan beban kebutuhan hidup yang tinggi, THR yang diperoleh dari tempat kerja tidak bisa menutupi kebutuhan menjelang lebaran tersebut. Tahu sendirilah, tradisinya orang Indonesia itu lebaran adalah momen untuk membeli baju baru, siapin amplop buat anak dan keponakan, kemudian harus mudik ke rumah orang tua. Biayanya lumayan tinggi untuk semua itu.

Parahnya, dengan keuangan pas-pasan, saya tidak bisa menabung. Ya.. meskipun saya menyadari menabung itu penting, dengan keuangan yang morat-marit serta hasrat belanja yang belum bisa terkontrol, saya masih susah untuk menabung. Niat mah ada, dihitung-hitung jumlah rekening tabungan bank saya ada sekitar 4 bank berbeda. Keren??? Nggak juga, 2 rekening termasuk rekening buat kredit pinjaman saya (poor me…), yang satu hanya sekedar untuk lalu  lintas uang belanja saja… dan yang satunya lagi? Kosong,..alias sama sekali gak adaan!

Rekening mah Banyak, duitnya? Nol besar ...
Rekening mah Banyak, duitnya? Nol besar …

Itu dulu,…tahun ini saya bisa sedikit tersenyum cerah menghadapi lebaran nanti. Boleh dibilang kini saya punya tabungan yang cukup untuk biaya lebaran nanti. Ini tak lain keberhasilan saya menjalankan program “Nabung 20 ribu” sejak beberapa bulan lalu. Apa itu program ‘nabung 20 ribu” tersebut? Okeh,…saya coba cerita bahas sedikit, siapa tahu bisa juga menginspirasi teman-teman yang juga sedikit kesulitan untuk menabung.

Program ‘nabung 20 ribu” sebenarnya bukan konsep yang revolusioner, hehe… ini hanya sekedar trik saya saja biar bisa lebih disiplin untuk menabung. Program ini intinya menabung dengan menggabungkan konsep konvensional di rumah dengan model menabung di bank.

Jadi, karena saya termasuk orang yang gak pernah dapet uang gede selain setiap tanggal 1 pas gajian, saya perlu nyicil nabung dulu di rumah dalam jumlah kecil. Iya laah,..selain capek bolak balik ke bank, kalo nabung cuma recehan tengsin juga kali sama kasirnya kalo cuma nabung 10 ribu-20 ribu saja,… belum lagi biaya buat bensin, atau parkir motor. Not worthed!

Masalahnya, saya dan istri termasuk orang yang gila jajan, atau tepatnya hobi makan di luar. Kami memang pasangan yang senang makan. Gila wisata kuliner laah. Ini akan sedikit menyulitkan bagi kami, karena tiap punya uang akan timbul godaan buat jajan. Triknya? itu tadi,… kami buat kesepakatan untuk menyimpan (menabung) setiap mendapatkan uang hijau bergambar Otto Iskandardinata alias uang 20 ribu-an. Kami membuat aturan yang kami tulis di whiteboard kamar kami, “Dilarang belanja pake uang 20rb”.  Artinya, setiap mendapat uang 20 ribu,…entah itu dari kembalian belanja supermarket, atau uang tiba-tiba nemu di pinggir jalan, hehe… haram bagi kami menggunakannya untuk jajan atau keperluan lainnya. kami wajib menyimpannya.

Haram Jajan Pake Uang 20rb-an
Haram Jajan Pake Uang 20rb-an

Eh, kenapa harus 20 ribu? Hmmm,… apa yaa? Yaa mau aja… hehe. Gini, berdasarkan pengalaman menjalani hidup ini (halahhh…), dalam keseharian, jarang banget saya nemu uang 20 ribuan. Beneran, saya malah curiga mungkin pemerintah mencetak uang 20 ribuan ini jumlahnya lebih sedikit dibanding nominal lainnya, hehe… Terus, bagi saya uang 20 ribu ini terhitung sedang laah nilainya. Gak terlalu receh dibanding pecahan seribu-sepuluh ribu, dan gak terlalu gede layaknya pecahan 50 ribuan atau seratus ribuan. Nah, karena  jarang nemu dan terhitung nominal sedang, jadi gak terlalu nyesek tuh kalo uang ini harus disimpan.

DSC_0036
Bikin Tulisan Peringatan buat Hipnotis Diri

Kemudian, untuk memotivasi kami agar cepat-cepat dapat uang banyak, sengaja tabungannya harus menggunakan wadah yang terlihat isinya. Kami sih memakai bekas botol plastik air mineral yang transparan. Dan ternyata ini berhasil meningkatkan napsu menabung kami. Maksudnya, ketika melihat botol tabungan kami masih berisi selembar dua lembar, terkadang kami bernapsu menukar uang seratus ribuan di dompet dengan lembaran 20 ribuan ke warung sebelah rumah untuk sekedar mengisi celengan kami.  Cara ini terbukti efektif meningkatkan kecepatan terkumpulnya uang simpanan dalam botol plastik kami.

Celengan 20rb-an
Celengan 20rb-an

Biar aman, setelah uang simpanan terkumpul penuh dalam botol air mineral tersebut, barulah kami menabungkannya di salah satu rekening Bank yang kami punya. Dari satu botol celengan rata-rata bisa terkumpul uang sebanyak 500 ribu sampai 800 ribu, tergantung kepadatan isi uang lembaran kami serta kesigapan kami untuk menabung di bank. Oh ya, biar uang tabungannya tidak terpakai, sengaja kami memotong atm di rekening tabungan tersebut. Gak praktis emang, karena kalau butuh kami harus pergi ke bank. Well, tapi gimana lagi… sebagai pasangan yang belum bisa mengontrol napsu wisata kuliner atau shopping, ini mungkin salah satu cara terbaik bagi kami. Yaa, apa pun perlu pengorbanan kan? Siapa tahu nanti ini bisa lebih mendisiplinkan kami buat menabung.

Mau tahu berapa banyak uang yang sudah kami tabung? Hehe..sori yaa off the record ini mah. Tapi intinya lumayan lah buat tambahan biaya lebaran nanti.

Jujur, konsep ini sebenarnya gak orisinil-orisinil banget. Saya meniru konsep yang dianjurkan Aa Gym dulu waktu beliau mengumpulkan sedekah umat untuk membangun radio daarut tauhid. Sewaktu jaman kuliah di Bandung dulu, sekitar periode tahun 2000an, saat Aa Gym akan membangun MQ radio, biayanya berasal dari keroyokan sumbangan para pendengar ceramah beliau di salah satu radio swasta di Bandung sehabis shubuh. Nah, Aa Gym menganjurkan kepada pendengar siaran kuliah shubuhnya, agar sedekah uang koin  dan mengumpulkannya dalam botol plastik air mineral. Setelah beberapa bulan kemudian jemaah berkumpul di Gasibu untuk mengumpulkan hasil tabungan mereka. saya termasuk salah satunya. Hasilnya mencengangkan juga, dari uang recehan jemaah tersebut Aa Gym berhasil membangun radio khusus untuk syiar agamanya. Dari sinilah saya terinspirasi untuk menabung dengan cara beliau, tentu dengan beberapa modifikasi ala saya. mungkin juga ada orang lain yang melakukan cara yang sama.

By the way, program “nabung 20 ribu” ini hanyalah tips sederhana yang saya bikin untuk mendisiplinkan diri supaya bisa menabung. Kita memang tahu manfaat menabung, tapi kadang susah banget untuk mengaplikasikannya. Cara saya memang cara amatiran, kalo mau tips yang pro coba deh buka cermati.com; Ini adalah perusahaan startup yang bergerak di bidang perencanaan keuangan. Ada banyak tips menarik yang tentu bermanfaat untuk membantu merencanakan keuangan kita. Tentunya diberikan oleh professional di bidang financial planner yaa…. Saya aja baru tahu cermati ini dari blog emakgaoel, dan langsung suka begitu membukanya. Nah, tunggu apa lagi sana gih cek langsung ke TKP,…dan semoga bisa jadi solusi masalah keuangan kita yaa gaisss!

Infografik Cara Nabung 20Rb-an
Infografik Cara Nabung 20Rb-an

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati”

banner lomba CERMATI

Ofi Gumelar

4 thoughts on “Cara Menabung dengan Uang Pas-pasan

  1. Kalo Saya Nabung Di 3i-Network Gan Dapet 3 Keunggulan:
    1. Insurance
    2. Investment
    3. Income

    Hanya Dengan Mengajak Teman Menabung Saya Jadi Nabung Gratis Dan Di Gaji , Agan Mau ?
    Hub : 085780027232
    Bbm : 5E997CFA

  2. Cuma mau share om, siapa tahu membantu.

    Saya bekerja sudah 5 tahun, baru tahun ini mata saya terbuka, sebelumnya saya berpikir untuk memaksakan menabung, walaupun pendapatan mepet saya paksakan menabung. Ternyata bagi saya itu tidak baik.

    Daripada pemikiran harus menabung walau gaji mepet, dengan begitu saya menjadi orang yang “pasrah”, maka saya merubah pola pikir untuk melupakan menabung dan fokus menambah penghasilan, logika saya dengan menambah penghasilan, saya pasti akan dapat menabung, dan berhasil.

    Asalnya pendapatan saya sekitar 5-10jt perbulan (saya hobi kuliner, uang saya habis disana), dan menabung paling 200rb-500rb, sekarang pendapatan bertambah, jadi bisa menabung sekitar 10jt per bulan.

    Dengan merubah mindset ke memperbesar penghasilan, saya menjadi semangat untuk bekerja dan lebih berani mencoba kesempatan bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *