Demokrasi semu

Categories Uncategorized

Boleh dibilang saya termasuk sedikit orang yang skeptis terhadap proses pemilu di Indonesia. Selain banyak melahirkan politisi karbitan, kinerja para anggota senat di bumi Indonesia pun masih memprihatinkan. Apa yang diperjuangkan oleh mereka masih jauh dari kepentingan rakyat. Okelah, ada porsi rakyatnya, namun tetap saja selalu dibarengi dengan embel-embel kepentingan pribadi atau partainya. Itu opini saya yaa,..

Kebetulan pula saya termasuk golongan orang yang golput,…tidak memberikan hak suara dalam pemilu. Selain karena tidak ada pilihan yang sreg di hati, juga karena saya memang tidak difasilitasi oleh negara untuk memilih. Yaa,…saya termasuk orang yang tidak terdaftar sebagai pemilih. Hehe,..sudah 3 kali pemilu saya tidak pernah kebagian kartu pemilih. Entah karena apa saya tidak pernah mendapatkannya,..well mungkin admininstrasi dari tingkat RT hingga kelurahan dan kabupatennya masih belum beres kali. I don’t know… pernahkah saya coba protes? Tentu saja, meskipun kalo pun saya dapat kartu pemilih, kemungkinan 99,99 persen tetap saya saya akan golput…hehe. Yaa minimal sebagai warga negara yang baik saya coba proteslaah.

Kembali ke soal para caleg. Selalu saja ada fenomena yang menarik untuk dibahas di sini,..atau mungkin di warung kopi sebelah. Hehe… berikut dibawah ini adalah beberapa catatan saya yang sedikit menarik untuk ditulis disini (menurut saya, hehe)

  1. Tiba-tiba saja banyak orang merasa jadi orang penting

Setiap masa kampanye pemilu tiba, selalu saja banyak orang yang merasa menjadi orang yang penting bagi orang lain. Yaa,..para caleg dengan tiba-tiba menjadi orang yang merasa perlu mewakili orang lain dalam dewan. Padahal siapa mereka selama ini juga tidak jelas juntrungannya. Okelah, gak semuanya, tapi bolehlah saya bilang 80 persen dari mereke sebelumnya adalah no body for everybody. Tiba-tiba saja mereka merasa bisa memperjuangkan kepentingan orang banyak, merasa perlu ditusuk fotonya dalam bilik suara demi kehidupan rakyat banyak? Pikiran praktis saya sedikit berkomentar, kemana saja mereka sebelum pemilu ini? Apa sih yang sudah dilakukan bagi orang banyak???

  1. Tiba-tiba saja banyak orang yang menjadi super baik

Orang baik dan orang yang baiknya musiman yaa bisa dilihat selama kampanye ini. Tiba-tiba saja banyak orang dermawan yang bagi-bagi amplop berisi uang kertas bergambar pahlawan nasional,..atau yang lagi nge-tren di kampung saya adalah bagi-bagi kerudung bagi ibu-ibu pengajian. Kebetulan, istri, mertua dan ibu saya sudah mendapat masing-masing tiga kerudung dari orang yang entah siapa dia,..gak kenal. Hehehe,… jadi inget iklan himbauan masyarakat beberapa waktu lalu,..terima duitnya, tapi jangan gambar mukanya,…emang ada yaa iklan itu?

  1. Tiba-tiba saja banyak orang yang merasa mengenal anda

Setiap menjelang pemilu tiba-tiba saja banyak orang yang sok kenal,..merasa kenal dengan kita, tahu banget apa yang harus mereka lakukan buat kita. Seketika banyak yang datang ke rumah ngajak ngobrol gak jelas, dan yang nyebelin banyak yang nempel stiker foto mereka di tembok rumah atau di kaca jendela,..oh come onnn, menyebalkan banget kan…

Ah tiba-tiba saja saya merasa mual,…hehe. Udah dulu yaa

bye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *