Gowes Ngabuburit Ke Pantai Aoshima

(Tulisan Ini  dimuat di Rubrik Back2Boseh Pikiran Rakyat, Edisi Hari Minggu tanggal 13 Juli 2014)

Sebagaimana lazimnya orang Indonesia, khususnya urang sunda, ngabuburit merupakan ritual wajib yang biasa dilakukan selama ramadhan. Khusus bagi pesepeda, gowes ngabuburit boleh dibilang aktifitas yang tidak boleh dilewatkan di bulan suci ini.

Demikian pula dengan saya, meskipun saat ini harus melewatkan ramadhan di negeri orang (tepatnya di Miyazaki, Jepang) tapi semangat untuk gowes ngabuburit tetap menggebu. Selain dapat menjaga kebugaran tubuh selama puasa, bagi saya gowes ngabuburit juga dapat membantu untuk mengusir kebosanan, mengingat waktu berpuasa di sini yang lebih lama dibanding di tanah air. Disini kami harus berpuasa sekitar 16 jam karena saat ini sedang memasuki musim panas sehingga waktu siangnya lebih lama dibanding musim lainnya.

Destinasi pertama gowes ngabuburit saya di kota Miyazaki ini adalah pantai Aoshima. Alasannya simpel saja, pertama karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari lokasi kampus dimana saya belajar, sekitar 8 km. ini adalah Jarak normal yang bisa ditempuh dengan mudah oleh pesepeda. Kedua, suasana pantai yang alami dapat membantu menyegarkan pikiran setelah seharian berkutat dengan materi perkuliahan.

Begitulah, di hari ketiga puasa, saya memutuskan untuk mengayuh sepeda saya menuju pantai Aoshima. Selepas sholat Ashar, sepeda pun melesat keluar kampus.  Sebenarnya ada dua rute yang bisa ditempuh, melewati jalan raya atau melewati jalanan kecil menyusuri deretan ladang sawah dan bukit kecil Kaeda Valley.  Saya memutuskan untuk melewati rute kedua karena saya pikir sudah cukup bosan juga bersepeda di jalanan yang penuh kendaraan bermotor.   

Ternyata gowes menyusuri deretan ladang dan perkebunan ini cukup mengasyikkan. Pemandangan hijau yang terhampar di sepanjang jalan cukup menyegarkan mata. Beruntung, bukit kecil yang saya lewati cukup menahan teriknya intensitas sinar matahari sore itu sehingga gowes bisa sedikit lebih nyaman.

Tak lama setelah keluar dari area ladang dan perkebunan, saya menemukan petunjuk jalan menuju pantai Aoshima. Ini artinya pantai sudah dekat. Sepanjang jalan sudah terlihat deretan toko-toko yang menjual peralatan surfing maupun souvenir khas pantai.

IMG_3319 IMG_3313

Tiba di pantai, saya melepas lelah sejenak sambil menikmati deburan ombak. Bagi pesepeda dan pejalan kaki, pantai ini menyediakan jogging track di sepanjang sisi pantai. Saat itu suasana pantai tidak begitu ramai, hanya terlihat beberapa peselancar yang sedang berlatih serta beberapa orang tua yang membawa anaknya berjalan-jalan di pantai. Mungkin karena hari ini bukan hari libur sehingga tidak banyak orang beraktifitas di sana.

IMG_3310

Pantai ini cukup unik dibanding dengan yang lain. Pantai ini memiliki pulau kecil yang dilengkapi dengan jinja (kuil Shinto) di tengahnya. Aoshima sendiri berasal dari kata Ao yang berarti biru dan shima yang berarti pulau. Keunikan ini pula yang membuat pantai Aoshima menjadi objek wisata andalan Miyazaki. Untuk menuju ke pulau ini, terdapat jembatan sepanjang satu setengah kilometer. Menariknya, bagi pesepeda diperbolehkan melewati jembatan ini, sementara mobil dan motor dilarang melewatinya. Tidak kuat? Jangan khawatir, pengelola pantai rupanya menyediakan tuk tuk (sejenis bajaj) untuk mengantar menuju pulau tersebut. Tentu saja kita harus merogok kocek untuk naik tuk tuk tersebut.

IMG_3293 (2)IMG_3273

Penasaran, saya pun mengayuh sepeda menuju pulau Aoshima. Memasuki pulau, kita disambut gapura merah khas penanda gerbang Kuil-kuil di Jepang. Memasuki area kuil, deretan kios penjual souvenir dan kertas-kertas doa akan menyambut pengunjung kuil. Yang menarik, di sayap kanan kuil terdapat lorong pendek yang berisi deretan balok kayu bertuliskan harapan dan cita-cita para pengunjung. Agar bisa menuliskan harapannya, pengunjung harus menyiapkan uang seharga 500 yen. Setelah itu, pengunjung akan diberi balok kayu dan spidol untuk menuliskan harapan-harapannya. Katanya sih kebanyakan yang menuliskannya adalah pasangan muda mudi yang sedang dimabuk cinta. Mungkin berharap agar jalinan cinta mereka bisa langgeng. Entahlah.

IMG_3275 IMG_3276

Setelah puas melihat-lihat di pulau ini, saya memutuskan melanjutkan gowes keliling pantai aoshima. Tidak jauh dari pantai ini, terdapat botanical garden, mirip-mirip kebun raya Bogor. Koleksinya pun cukup lengkap terdiri dari berbagai tanaman tropis dan subtropis, baik itu bunga-bungaan maupun berbagai jenis pohon-pohon besar. Kontras dengan suasana pantai yang panas, berkeliling di botanical garden ini menawarkan kesejukan dengan rindangnya tumbuh-tumbuhan. Asyiknya, selain gratis, sepeda juga bebas masuk untuk mengelilingi botanical garden ini.

IMG_3294 IMG_3295

Lazimnya objek wisata lain, di pantai ini juga terdapat banyak toko-toko yang menjual souvenir khas pantai, seperti kaos, kerajinan kerang maupun makanan olahan ikan laut. Satu yang mencolok perhatian saya adalah, ada satu toko yang berbeda dari yang lain. Di sini tersedia souvenir khas Hello Kitty yang menjual berbagai macam barang berhiaskan karakter Hello Kitty. Bisa ditebak, pengunjungnya adalah kebanyakan anak-anak usia sekolah dasar, atau mereka yang memang fanatic pengagum Hello Kitty.

IMG_3320

Hari menjelang maghrib, saya pun memutuskan untuk segera pulang. sambil mengayuh sepeda, saya memikirkan kira-kira ke mana lagi ya saya akan gowes ngabuburit berikutnya?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *