I Share Because I Care

 

Tulisan tanpa pembaca ibarat makanan yang tak tersentuh,…lama-lama ia akan basi!

Jujur, ketika pertama kali membuat tulisan atau artikel, saya tak terlalu berharap akan dibaca oleh orang lain. Ada perasaan gak pede terhadap tulisan saya tersebut, mungkin minder. Ini memang penyakit yang paling umum menghinggapi penulis pemula. Wajar saja sih, orang yang tak punya banyak jam terbang pastinya belum bisa dikatakan ahli, bagaimana bisa pede?

Saya kemudian sadar kalau dibiarkan saja tanpa dibaca orang, ngapain juga kita menulis? toh tulisan saya bukan serupa diary harian yang harus ditulis dibuku yang ada gemboknya, kemudian disembunyikan dibawah tumpukan baju di lemari. Genre Tulisan saya adalah tulisan non-fiksi jenis opini. Yang namanya opini, ada unsur pendapat yang tentu saja debatable, yang mungkin saja bakal ada pembaca yang argumennya berbeda, dari situ kemudian akan ada timbul diskusi. Satu lagi, saya niatkan menulis karena ingin berbagi ilmu pengetahuan yang saya punya kepada orang lain. So, saya kudu menyebarkan tulisan saya ini kepada yang lain.

Dimana saya share tulisan saya?

Platform blog keroyokan kompasiana kemudian menjadi tempat bagi saya dalam menulis. Karena sifatnya platform umum, blog ini sudah memiliki komunitas pembaca yang banyak. Kabarnya jumlah pembaca hariannya bisa mencapai 9 jutaan. Mereka biasanya punya interest berbeda terhadap tema tertentu. Ini tentu saja jadi potensi pembaca bagi tulisan saya. Saya tak perlu capek menshare tulisan, pembaca akan datang sendiri.

Kompasiana juga memiliki sistem rating untuk menilai kualitas tulisan kita. Ada artikel pilihan, terpopuler, dan headline. Selain jadi tolok ukur sejauh mana kualitas tulisan kita, label-label ini lebih membuat orang akan tertarik membaca tulisan kita. Misal, kalau tulisan kita masuk headline, tentu saja orang makin penasaran terhadap tulisan kita. Iya, kan?

So far, tulisan saya yang paling ngehits di kompasiana adalah artikel berjudul Sisi Lain Indonesia Di Mata Seorang Bule. Artikel yang sejatinya resensi buku berjudul Kamu Indonesia banget Kalau… karya Berit Renser ini sudah dibaca lebih dari 16 ribu kali. Asyik kan?

Artikel Terhits Saya di Kompasiana (Sumber: Dokpri)

selain di kompasiana, saya juga menulis di academia, blogdetik, dan storial.co. Tapi, gak banyak yang saya tulis di masing-masing platform tersebut, kebanyakan sih di kompasiana. Entahlah, saya sudah nyaman jadi kompasianer.

Kalau nulis di blog nuofi.id ini mah lebih pada alasan karena saya merasa harus punya rumah sendiri yang lebih private dan personal. Ibaratnya, kalau kompasiana mah kota yang terdiri dari banyak rumah, maka nuofi.id adalah rumah pribadi itu, yang bisa sesukanya saya treatment sendiri.

Berikutnya, tentu saja saya juga akan share tulisan saya di media sosial saya, seperti facebook, twitter dan instagram. Saya ingin teman-teman dunia maya saya ikut membaca dan juga berkomentar terhadap tulisan saya. Tujuannya jelas, selain menambah jumlah pembaca, saya ingin berbagi sedikit pengetahuan yang seuprit ini.

Nah, kalau kamu mau share tulisanmu dengan saya, boleh tulis linknya di kolom komentar, nanti saya mampir buat membacanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *