Kenapa sih harus belajar menulis sambung?

Contoh tulisan sambung (sumber: hipwee.com)

 

Tadi malam, tumben-tumbennya anak saya, Heidi, mengeluh pada ibunya soal pelajaran di kelas.  Saya bilang tumben karena tuh anak sebelum-sebelumnya selalu cuek soal pelajaran di sekolah. Ibunya yang selalu bertanya ini itu soal pelajaran selalu saja dijawabnya dengan santai, seolah tidak ada masalah apapun. Oh ya, saat ini dia sudah belajar di tingkat kelas 1 SD.

“Kenapa sih bu aku harus belajar menulis sambung?” begitu pertanyaannya pada istri saya. Saya tahu nih anak memang sedikit malas kalo soal tulis menulis, boro-boro tulis sambung, huruf tegak aja masih acak-acakan. Katanya dia selalu merasa sebal kalo harus belajar tulis sambung. Alasannya, menulis sambung itu bikin lama menulisnya. Oh ya, selama di TK, dia memang belum pernah diajarin tulis sambung.

Tulisan sambung anak saya memang belum begitu bagus. Saat saya mengecek hasil ujian tertulisnya, beberapa soal meskipun dijawabnya dengan benar, tapi dianggap salah oleh gurunya, mungkin karena saking sulitnya untuk dibaca. Hehe…kasihan kamu Heidi.

Saya yang memang punya pengalaman yang sama dengannya, sedikit mengamini kesulitan anak saya. Dulu, bahkan sampai SMP (angkatan 90an) selalu diminta menulis sambung. Sesuatu yang tidak saya sukai, karena memang tulisan sambung saya jelek, plus gak bisa menulis cepat.

Seakan tersadar dengan pertanyaannya, saya coba cari alasan kenapa sih kita harus belajar menulis sambung? Dan akhirnya saya pun bertanya ke mbah google.

Dari penelusuran di google, saya menemukan ada berbagai pendapat yang pro dan kontra terkait manfaat manfaat belajar tulis sambung ini. Berikut saya ambil dua pendapat yang saling bertolak belakang.

Menurut pendapat yang setuju, katanya menulis sambung bisa melatih banyak hal bagi siswa. Pertama, menulis dengan tangan merupakan kegiatan yang melatik aspek visual, tactical (sentuhan), dan motoric halus. Jadi, menulis dengan tangan bisa melatih koordinasi seluruh sensori dan keseimbangan otak., ternyata belajar menulis sambung bisa melatih emosi anak. Katanya, menurut ilmu grafologi, dalam menulis garis lurus, anak belajar sifat lgas, tegas dan rasional. Sementara, tarikan garis lengkung, anak belajar merasakan kehalusan dan kelenturan. Dalam tulisan sambunglah terdapat koordinasi keduanya.

Selain Indonesia, Finlandia termasuk negara yang mengajarkan anak sekolah untuk belajar menulis sambung. Tahu kan, Finlandia adalah negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia?

Sementara pihak yang kontra rupanya bilang bahwa katanya tidak ada hubungan antara belajar tulis sambung dengan melatih emosi atau koordinasi kemampuan otak tersebut. Setidaknya, sejumlah pakar pendidikan di Australia menyebutkan hal ini. mereka malah menganjurkan untuk lebih fokus mengajarkan anak kemampuan belajar mengetik.

Saya sepertinya lebih sependapat dengan mereka yang pro terhadap belajar menulis sambung. Setidaknya, belajar menulis sambung bisa melatih kesabaran anak, selain melatih tulisan untuk lebih bagus lagi. Hehehe….

Nah, Heidi, belajarlah menulis sambung yang rajin yaa,…

Eh, Bagaimana dengan anda?

Ofi Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *