When Love and Hate Collide

Bagaimana perasaanmu ketika blogmu dibanjiri pembaca? Senang pastinya. Bagaimana perasaanmu ketika blogmu diserbu komentar spam gak jelas? Jengkel mungkin. Begitulah, Kombinasi antara senang dan jengkel sedang menghantui saya saat ini.

Sebagai blogger amatiran, saya menulis di banyak platform. Sebut saja, personal blog ini (nuofi.id), kompasiana, qureta, storial, dan dulu mah nulis juga di blogdetik. Awalnya saya tak begitu peduli terhadap jumlah pembaca (viewers), yang penting saya nulis, posting dan syukur-syukur ada yang baca.

Tapi, sejak ikutan komunitas ODOP yang mengharuskan saya membuat blogpost setiap hari di blog personal, saya jadi sering bolak balik ngecek dashboard blog saya. otomatis saya kemudian bisa membaca traffic pembaca blog saya, termasuk komentar terhadap tulisan-tulisan saya.

Membaca traffic pengunjung yang baca tulisan kita tentu saja membuat saya senang. Blog yang awalnya jarang diurus, berdebu dan banyak sarang laba-labanya, kok ada aja yang baca. Kalau dilihat trendnya, yang banyak pembaca adalah artikel yang temanya populer atau memang tag yang saya digunakan tagar umum yang banyak dicari orang.

Entahlah, saya tak begitu ngerti soal gituan. Bisanya Cuma nulis ajah.

Selain senang, saya juga dihinggapi perasaan jengkel. Ini terutama menanggapi komentar yang masuk untuk artikel-artikel saya tersebut. Bukan karena komentar yang pedas, nyinyir atau berbau melecehkan. Bukan, … bukan itu. kalau komentar seperti ini mah saya sih bakal ladenin saja, yaa sekedar tanggung jawab terhadap konten yang saya tulis. Bisa juga untuk pembelajaran bagi para nyinyirers agar lebih beradab dalam berkomentar, hehehe. Maksudnya supaya mereka juga bertanggungjawab terhadap komentar mereka.

Yang bikin saya jengkel adalah komentar-komentar spam yang masuk ke artikel saya. Iya, komentar dari para penjual alat bantu sex dan obat kuat di artikel saya. Hahaha, … jengkel sekaligus lucu sih. Jengkel karena saya harus meladeni komentar-komentar yang masuk ini. Lucu karena komentar mereka masuk ke artikel yang sama sekali jauh dari pembahasan urusan selangkangan itu. Lucunya lagi adalah yang komen kebanyakan bule-bule dari negeri sono. Duh, kok jualan sampe nyasar jauh gitu ya?

Kalau diperhatikan, komentar-komentar penjual Viagra dan Cialis (hayooo,… tau gak apaan tuh?) masuk di artikel saya yang berjudul Galeri Menong, Pusat Oleh-Oleh Purwakarta. Artikel ini sebenarnya tulisan yang membahas soal tempat belanja oleh-oleh khas kota Purwakarta dimana saya tinggal.

Diserbu pedangan obat kuat

Perasaan mah isinya gak ada yang menyerempet-nyerempet soal obat kuat dan sebagainya, kok mereka bisa masuk nyasar nyepam di artikel itu ya? Sebagai amatiran, saya sih menduga karena taggar artikel yang saya gunakan mungkin taggar populer yang banyak dipakai orang. Nggak tahu juga sih ….

Ya, segitu aja artikelnya. Antara senang dan jengkel bercampur, … yaa seperti lagunya def leppard itu, when love and hate collide. Eh, kalian tahu gak lagu itu?

Btw, kalian yang tertarik baca artikel ini karena baca tertarik judulnya, sebenarnya kalian ngarep artikel ini ngebahas soal apa? Hahaha ….

Ya sudah, biar tahu lagunya Def Leppard itu, saya kasih link-nya deh!

6 Comments

  1. Aisyah February 24, 2018 Reply
  2. Pergawaian February 24, 2018 Reply
  3. Eskarton February 25, 2018 Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *