Kepincut Performa Laptop ASUS X555QG

Kesal gak sih kalau kamu lagi numpuk kerjaan yang harus diketik, ada banyak data yang harus diolah, dan ada sekian proyek desain yang harus diotak atik, tapi kemudian laptopmu ngadat?

Setidaknya itulah yang sedang saya rasakan saat ini. Bahkan saat saya menulis artikel ini, sebenarnya saya juga sedang diliputi perasaan kesal tersebut. Ya, artikel ini saya tulis menggunakan laptop yang sedang dalam kondisi ‘sekarat’.

Tragisnya lagi, momen ngadatnya laptop ini terjadi pada saat pergantian tahun baru kemarin. Makin lengkap saja penderitaan saya ini. Kalau orang lain mungkin  tahun baruan itu dirayakan dengan mengganti barang yang baru, saya harus mengurut dada karena barang kesayangan yang rusak. Ngenes!

Iya, pada hari ketiga tahun 2018 ini, tiba-tiba saja laptop saya bermasalah. Layar LCD-nya jadi berbayang hampir setengah layar. Dari bagian tengah ke bawah layarnya berwarna pink, malah kadang-kadang berwarna biru. Pada bagian tengahnya ada goresan warna hitam melintang dari pinggir kiri hingga kanan. Tak sampai blank sih, tapi tetap saya kondisi ini bikin mata saya perih, dan aktifitas mengetik jadi gak asyik.

Begini penampakan laptop saya, display berbayang setengah layar, garis hitam melintang, serta berat untuk dipakai aplikasi desain.

Kondisi ini makin terasa mengganggu manakala sedang mengerjakan proyek desain. Iya, saat ini saya mencoba untuk bisnis jualan kaon online dengan konsep desain yang dibuat sendiri. Kini saya sedang semangat-semangatnya mengulik photoshop dan corel. Nah yang bikin sebel tentu saja saya tak bisa maksimal mencorat-coret kanvas digital di layar laptop karena layarnya sedang bermasalah. Pokoknya gak nyaman banget deh!

Ini adalah kali kedua saya bermasalah dengan layar buram. sebelumnya kondisi ini sudah pernah saya alami setengah tahun lalu. Waktu itu saya menggantinya dengan membeli layar LCD baru. Tahu gak harganya berapa? 1,5 juta rupiah. Harga yang lumayan mahal buat kantong saya. Belum juga setahun sudah bermasalah lagi? Saya curiga masalahnya bukan di LCD. Sorry to say, mungkin bawaan laptopnya saja yang gak bagus. Hufft, padahal saya beli laptop ini baru dua tahunan, dan sekarang sudah begini?

Oh ya, untuk urusan ngulik desain, masalah bukan hanya di layar yang buram. Problem muncul pada performa mesin laptop yang tak mendukung. Setiap kali akan membuka aplikasi photoshop ataupun corel, laptop in loadingnya sangat lama, malahan terkadang suka non responding. Nge-lag istilah kekiniannya mah. Kursor lingkaran yang muter-muter gak berhenti-berhenti seringkali bikin jengkel. Setali tiga uang, kondisi yang sama saya rasakan ketika mencoba edit video kalau lagi bikin Vlog. Entah mengapa…

Satu lagi yang membuat tak nyaman adalah urusan dimensi laptop serta layarnya. Iya, laptop saya berukuran 11 inci yang membuat sedikit kagok ketika mengetik. Space keyboardnya lumayan sempit, demikian pula untuk urasan ngintip-ngintip desain yang sedang kita edit. Tak tersedia ruang pandang yang luas di layar.  Well, kalau yang ini sih saya ngaku saya salah milih laptop.

Dulu sih saya memilih membeli laptop ukuran kecil ini karena alasan ukurannya yang ergonomis, mudah ditenteng untuk dibawa kemana-mana. Laptop saya itu tipis, ringan dan muat di tas kecil. Nyatanya, saya malah banyak direpotkan. Pasalnya, dimensi yang ramping membuat beberapa fitur laptop jadi terpangkas. Sebut saja, laptop ini tak memiliki drive untuk memutar keeping DVD atau menginstal CD aplikasi. Konektifitasnya juga jadi terbatas. Ia hanya punya dua slot USB dan tak ada port untuk disambungkan ke proyektor. Sesuatu yang kerap membuat saya kelabakan ketika harus presentasi menggunakan proyektor. Saya perlu memiliki kabel sambungan lagi biar compatible dengan proyektor, atau paling minjem laptop punya teman.

Dengan sederet masalah tersebut, saya sepertinya harus mencari laptop baru dengan spesifikasi yang memenuhi kebutuhan saya dan tentu saja bandel, tak melulu rusak dalam waktu yang dekat. Kira-kira laptop apa yang cocok bagi saya?

ooOoo

Setiap kali hunting barang yang saya perlukan, biasanya saya mencari tahu dengan tiga cara, tanya teman yang tahu banyak soal barang itu, intip spesifikasinya di internet, baru setelah yakin tahu betul barang yang saya mau saya lari ke toko untuk membelinya.

Oke, langkah pertama saya tanya dulu ke teman kerja di bagian IT. Saya kasih clue kebutuhan laptop saya kurang lebih begini: bandel gak mudah rusak, bisa multitasking, enak buat dipakai desain gambar dan edit video, layar kudu lebar, dan punya banyak port konektifitas. Laptop apa kira-kira yang bisa memenuhi ekspektasi saya tersebut?

Dari teman di bagian IT setidaknya saya diberi gambaran yang lumayan detail. Untuk urusan laptop yang terkenal bandel, saya disarankan mencari produk laptop merk ASUS. Katanya produk ini terkenal bandel.  ASUS berani memberi garansi hingga 2 tahun untuk penggantian sparepart. Iya sparepart!

Oh ya, Soal kehandalan produk ASUS, saya sudah tahu sih. Saya sendiri memakai smartphone seri Zenphone 2 Laser, dan so far gak ada masalah sama sekali tuh. Setidaknya, kehandalan smartphone yang saya pakai menjadi gambaran kehandalan produk-produk ASUS tersebut.

Smartphone Zenphone 2 Laser yang saya pakai sampai saat ini

Untuk urusan grafis seperti kebutuhan mendesain gambar dan edit video, teman saya ngasih saran untuk mencari laptop yang menggunakan prosesor AMD. katanya biar pun gak banyak yang pakai,  AMD sangat handal dalam hal grafis. Tak seperti kompetitornya (you know who laah), prosesor AMD lebih responsif dalam mengolah grafis. Bukan hanya untuk desain, tapi juga mengolah video bahkan bermain game. Oke, noted!

Sementara itu, supaya lebih asyik dalam mengulik grafis, saya disarankan untuk memilih laptop dengan dimensi layar yang gede. Yah, ini memang sesuai dengan apa yang saya mau sih. Kebetulan ASUS punya laptop yang ukurannya sampai 15.6 inci sehingga bisa jadi pilihan bagi saya. Oke, checked!

Bagaimana soal konektifitas? Katanya kita kudu rela gak pake laptop yang tipis, karena kalau tipis sudah jelas dia bakal memangkas beragama port bahkan membuang dvd drive. Biarpun begitu, ada banyak laptop yang gendut tapi ringan. Teman saya bilang, ASUS jago dalam bikin laptop dengan multi konektifitas tapi bobotnya ringan. Dijamin gak bakal pegel kalau ditenteng atau digendong. Siip deh!

Ketika ditanya seri apa yang cocok buat saya, teman saya angkat bahu. “Lo tanya saja sama mbah google, atau cari info di situsnya ASUS, gue kan bukan salesnya ASUS,” begitu jawabnya. Hehehe…

Mengintip Dapur Pacu X555QG

Berbekal hasil tanya-tanya ke teman tersebut, saya melangkah ke tahap kedua. Riset digital. Pilihan saya sudah mengerucut ke satu nama, ASUS dengan prosesor AMD. Tinggal menentukan serie apa yang cocok dengan saya, baik spesifikasinya maupun harganya.

Saya coba browsing, cara termudah adalah mengunjungi website resmi ASUS. Kabar baiknya, ternyata akhir tahun kemarin mereka baru saja merilis empat produk terbaru serie X dengan menggunakan prosesor AMD, yaitu ASUS X555IK, X555QG, X555QA, dan X555BP.

ASUS X555QG dengan Prosesor AMD dan Kartu Grafis AMD Radeon generasi terbaru, menjadin performa mumpuni untuk bermain games dan pekerjaan multimedia dan desain grafis (sumber foto : asus.com)

Tunggu, sebelum mengintip spesifikasinya lebih jauh, prioritas pertama adalah soal harga. Yap, budget saya sekitar 7 jutaan untuk beli laptop baru tapi pengen dapet laptop yang mumpuni. Dari keempat serie terbaru tersebut, saya perlu tahu mana yang kira-kira cocok dengan isi kantong saya, baru kemudian saya intip spesifikasinya.

Dari laman ASUS, saya menemukan laptop seri X555QG rasanya lebih mendekati budget saya. Di sana disebutkan harga laptop seri ini mulai dari 6,5 jutaan. Yaa, karena harganya biasanya variatif di tiap toko, saya prediksi di kota tempat tinggal saya, Purwakarta, ia akan ada di rentang harga 7 jutaan.

Oke, mari kita intip spesifikasinya. Saat dirilis pada 15 desember 2017 lalu, ASUS mengklaim bahwa seri X555QG ini diposisikan sebagai laptop enty level gaming hingga multimedia.  Artinya, laptop ini menunjang bagi mereka yang hobi bermain games dan multimedia yang membutuhkan grafis yang mumpuni. Kalau laptop ini mumpuni buat dipake nge-games, saya yakin pasti jago juga buat dipakai main-main desain.

ASUS X555QG disenjatai prosesor AMD APU A12-9720P dengan kecepatan standar di 2,7GHz dan bisa mencapai kecepatan maksimum hingga 3,6GHz. Prosesor yang digunakan ini adalah generasi ketujuh dari AMD APU (Accelerating Processing Unit) Quad Core yang menjamin performa dan kecepatan yang terbaik.

Untuk urusan grafis, laptop ini ditanam kartu grafis AMD Radeon R8 M435DX dengan dual grafics 2GB DDR3VRAM. Oke nama besar AMD Radeon sebagai jagonya grafis cukup membuat saya yakin akan kinerja laptop ini untuk pekerjaan grafis saya nantinya.

AMD sendiri mengklaim kombinasi Prosesor AMD APU generasi ketujuh dan kartu grafis AMD Radeon seri terbaru ini memberikan beberapa keunggulan baik dibandingkan seri terdahulu maupun dengan kompetitor sebelah, antara lain : performa 56% lebih baik dan lebih cepat dibanding prosesor generasi sebelumnya, peningkatan performa grafis hingga 38% lebih baik dari generasi sebelumnya, dan 53% lebih baik dibanding kompetitor, serta efisiensi daya yang lebih baik dan hemat saat digunakan untuk menonton video Full HD.

Keunggulan ASUS X555QG dibanding generasi pendahulu maupun kompetitornya

Untuk mendukung kinerja prosesor AMD APU generasi ketujuh ini, X555QG diback up dengan RAM 8GB yang dua kali lebih besar dari RAM yang banyak ditanamkan pada laptop lain dengan harga sejenis, Kalau dirasa masih kurang, laptop ini bisa mampu mengakomodir satu keping tambahan RAM 8GB hingga kapasitas totalnya mencapai 16 GB. Besarnya RAM yang ditanamkan di laptop ini, bekerja dengan aplikasi berat seperti aplikasi desain maupun editing video tak perlu lagi khawatir ngelag atau terus-terusan non responding.

Asyiknya lagi, layar laptop berukuran 15.6 inci ini dibekali dengan layar resolusi HD (1366×768), sehingga layarnya bisa memberikan tampilan yang sangat jernih. Ini tentu cocok dong untuk kebutuhan ngulik desain, maupun edit video. Laptop ini juga didukung teknologi Splendid yang menjamin tampilan warna dan temperatur warna yang sangat natural.

Satu hal yang juga membuat saya tercengang adalah kapasitas memori internalnya yang memberi ruang penyimpanan hingga 1TB. Wow, gede banget ya? Kalau kapasitas memorinya selega ini mah kita tak perlu khawatir untuk menyimpan berbagai file yang bongsor, seperti file desain, foto, maupun video.

Bagaimana dengan konektifitasnya? Well, laptop ini terhitung komplet. Laptop ini sudah menyediakan fitur USB 3.0, HDMI dan VGA ports, 2-in-1 SD/SDHC card reader, serta DVD drive. Jadi, saya tak perlu khawatir lagi dengan urusan menyambung dengan device lain. Btw, katanya USB 3.0 ini bisa 10x lebih cepat dibanding generasi sebelumnya dalam hal transfer data. Ilustrasinya, untuk mentransfer film kualitas blue ray berukuran 25GB saja hanya dibutuhkan waktu 70 detik. Bye bye lola deh…

Satu lagi yang saya suka dari laptop seri ini adalah teknologi suaranya. ASUS memang terkenal unggul dengan teknologi SonicMaster. Perpaduan antara software, hardware dan proses tuning di teknologi SonicMaster ini menghasilkan audio yang begitu mumpuni, volume suara yang lebih besar dan bass yang lebih dalam sehingga kita bisa mendengar suara yang mantap. Gak bakal ada lagi suara sember dan cempreng sebagaimana lazimnya ketika volume audio ditinggikan pada speaker laptop.

Bagaimana soal dayanya? ASUS seri X menggunakan baterai Li-Polimer yang 2 kali lebih tahan lama dibanding baterai litium silinder, bahkan setelah diisi ulang ratusan kali, baterai Li-Polimer tetap bisa menampung daya hingga 80% dari original kapasitasnya. jadi, gak perlu khawatir bakalan cepat habis ketika digunakan tanpa colokan listrik.

Desain Fisik Yang Elegan

Mari kita lihat bentuk fisik dari ASUS X555QG ini. Sebagai orang yang senang narsis, saya perlu tampilan laptop yang cakep dan gak malu-maluin. Bagi saya, laptop ini memiliki tampilan yang elegan. Dengan dimensi yang mencapai 15.6 inci, desainnya terkesan sangat besar. Pada bagian muka, saya melihat ada sentuhan grafir kasar pada material yang terbuat dari aluminimu disana, sehingga akan garis-garis mengkilat di sepanjang bidang laptop ini ketika terkena cahaya. Bagi saya, ini menimbulkan kesan mewah. Well, ketika dibawa presentasi atau sekedar nongkrong di café, jelas bakalan terlihat sebagai laptop yang high end. Nice!

soal goresan grafir pada muka laptop, sepertinya ini sudah jadi trademark produk ASUS deh, soalnya di zenphone yang saya pakai juga diberi sentuhan serupa.

Siapa yang tak tergoda dengan desain fisiknya yang elegan seperti ini? (sumber: asus.com)

Masuk ke bagian dalam, ASUS memberi bidang touchpad yang begitu lega. Ini cukup membantu bagi kita yang biasa bekerja tanpa mouse. Ada teknologi smart gesture yang disematkan disana, sehingga memudahkan dalam berselancar di laptop ini. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memerintahkan zoom in/out atau geser-geser pada layar laptop. Persis seperti operasional smartphone.

Pada bidang penopang lengan di samping touchpad, ASUS membenamkan IceCool Technology untuk sekedar mendinginkan bidang lengan, sehingga kita bisa tetap nyaman meskipun menggunakan laptop dalam waktu lama. Oh ya, sebagai perbandingan saja, laptop saya biasanya memang suka terasa panas disekitar bidang lengan ketika digunakan berjam-jam.

Satu hal yang bikin surprise ada pada bagian Keyboard. Dengan bidang yang luas, jarak antar tuts terasa begitu lebar which is good for me. Lumayan mengurangi salah pencet huruf dengan bagian disisinya. Saya kasih tahu saja, di laptop lama saya yang sempit, seringkali saya keseleo maksud hati ingin memencet huruf ‘A’, seringkali salah malah memencet tuts ‘S’. Jadi,  problem seperti ini sepertinya bisa diminimalisir di laptop seri X555QG ini.

Oh ya, saya juga suka bagian angka yang memiliki tombol tersendiri di area kanan keyboard. Bagi yang sering bekerja menggunakan keyboard PC, tentu akan sangat memudahkan ketika mengetik angka, terutama ketika mengoperasikan hitung-hitungan angka. Top deh!

Dengan segala fitur yang dimiliki ASUS X555QG ini, jelas saya kepincut oleh laptop ini. Saya tak ragu lagi untuk memilihnya sebagai pengganti laptop saya yang seringkali bermasalah. Biarlah si laptop lama saya parkir di lemari.

Ah, saya tak sabar ingin segera membeli laptop ASUS x555QG ini. Sekarang tanggal berapa sih?

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ofi Gumelar

14 thoughts on “Kepincut Performa Laptop ASUS X555QG

    1. yup, daya baterai menjadi salah satu rujukan saya juga buat milih laptop. Kabarnya laptop ini punya daya 2x lebih besar dari generasi sebelumnya. Thank yaa sudah mampir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *