Kerja Pertama Di Jepang: Jadi Teaching Assistant

Postingan kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang kegiatan yang cukup berkesan bagi saya. Suatu waktu, saya pernah diajak oleh sensei saya untuk  ikut kelas Teaching Assistant yang diselenggarakan oleh University of Miyazaki bekerjasama dengan JICA, lembaga Jepang yang mengurus soal hubungan international Jepang.

Asyik banget ikutan teaching assistant ini. Ini semacam arena diskusi bagi para mahasiswa jepang dengan mahasiswa internasional yang ada di University of Miyazaki.

Kelasnya sendiri terdiri dari 20 mahasiswa Jepang dan 10 mahasiswa internasional, dan tentu saja saya termasuk di dalamnya. Kelasnya sendiri dibagi dalam 5 group. Setiap 2 orang mahasiswa asing mendampingi diskusi kelompok 4 mahasiswa jepang. Kami berdiskusi selama 30 menit untuk masing-masing grup dan presentasi 10 menit dihadapan peserta yang lain. Tema yang dibahas sendiri tak jauh dari soal international corporation. Bagaimana kita bekerjasama untuk menuntaskan masalah dunia, terutama soal bagaimana Jepang bisa berpartisipasi dalam membantu negara miskin.

Untuk saya, kegiatan ini sangat berkesan.

Alasan pertama mengapa kegiatan ini berkesan bagi saya adalah jelas,…saya dibayar untuk partisipasi dalam kelas ini. Hehehe…lumayan teman-teman, 2400 yen untuk dua sesi,,..lumayan lah cukup buat traktir teman-teman lainnya makan-makan di Joyfull. Oh ya, Joyfull itu semacam restoran cepat saji yang lokasinya dekat banget dengan kampus kami. Anak-anak mahasiswa Indonesia dana sing sering banget kongkow disini.

Alasan kedua, ini merupakan pengalaman berharga bagi saya. Berkesempatan ikut terlibat dalam kegiatan diskusi dengan teman dari negara lain tentu kesempatan yang langka buat saya. Selain bisa menambah pengalaman, juga bisa mengetahui bagaimana cara berinteraksi, berdiskusi dan menyampaikan pendapat di forum internasional skala kecil,…hehehe. Menurut saya, Ini merupakan modal penting bagi pengembangan diri saya, dimana dalam forum ini saya bisa mengukur kapasitas diri saya,,..seberapa jauh pengalaman, wawasan dan kemampuan saya dibanding dengan teman-teman lainnya dalam forum Internasional.

Alasan Ketiga,..menambah teman baru. Kesempatan bertemu dengan 30 orang berbeda tentu akan membuka peluang untuk berinteraksi dengan orang lain. Saya sendiri termasuk orang yang pendiam, namun saya mulai sadar bahwa saya perlu belajar membuka diri, bergaul dan membuka peluang pertemanan dengan orang lain sebanyak mungkin. Ini yang saya coba terapkan selama saya di Jepang. Dan forum ini adalah salah satu peluang untuk hal tersebut.

Well, diskusinya sendiri sangat menyenangkan, masing-masing diminta pendapatnya mengenai peran international cooperation. Mahasiswa asing diminta untuk membantu teman-teman Jepang dalam mengungkapkan pendapat mereka dengan menggunakan Bahasa Inggris. Banyak juga ternyata teman-teman Jepang yang belum fasih berbahasa Inggris, tugas kami para asisten untuk membantu mereka berbicara Bahasa Inggris.

Yaaa yang jelas pengalaman ini merupakan sesuatu pengalaman yang mengasyikkan bagi saya. Dan saya mencari kesempatan seperti itu lagi, Kapan yaaa????

 

Ofi Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *