Kiat Menang Lomba Flash Blogging: Apa yang Harus Disiapkan?

Menang lomba flash blogging itu menyenangkan

Flash Blogging adalah lomba blog competition yang dilaksanakan dalam rentang waktu yang singkat, kira-kira untuk menulis sampai posting di blog tak lebih dari satu jam. Fase penjurian juga dilaksanakan saat itu juga, sampai diumumkan pemenangnya. Saya sudah beberapa kali mengikuti gelaran lomba seperti ini dan alhamdulillah sering kesebut sebagai juaranya. Bagaimana strategi saya untuk memenangkan lomba flash blogging ini? Saya coba uraikan dibawah ini.

Keseringan ikutan acara yang melibatkan para blogger, saya jadi ngeh kalau beberapa instansi atau pun perusahaan sering menggelar flash blogging disela acara mereka. Tentunya ini untuk menarik minat blogger untuk datang, serta memaksa mereka untuk meng-endorse lewat tulisan di blog mereka.

Saya selalu tertarik untuk mengikuti lomba flash blogging. Sensasi yang dirasakan untuk menulis dalam rentang waktu singkat itu sungguh menyenangkan. Seru dan menegangkan. Ada kepuasan tersendiri ketika nama saya disebut sebagai salah satu juaranya. Tentu tak melulu jadi juara pertama, tapi setidaknya nama saya sering disebut disana.

Ketika menyimak pemaparan narasumber di acara flash blogging

Biasanya flash blogging dilaksanakan setelah selesai acara inti yang digelar penyelenggara (intansi pemerintah maupun swasta). Acaranya sendiri bisa berupa seminar, launching produk atau program tertentu, maupun yang lainnya. Tentu saja bahan tulisan yang harus ditulis berasal dari isi acara yang dilaksanakan.

Rules flash blogging sendiri sebenarnya cukup sederhana. Kurang lebih biasanya seperti ini: Artikel ditulis minimal 500 kata. Ini tentu variaf, hanya saja rata-rata segitu jumlah kata yang disyaratkan. Waktu yang dialokasikan sekitar 1 jam, ini sudah termasuk nulis dan posting di blog. Kemudian, isi tulisan biasanya berupa review acara, produk yang dilaunching atau isu yang dibahas dalam acara yang digelar.

Pertanyaannya, bagaimana supaya kita bisa menang di lomba blog sesingkat ini?

Pertama, siapkan peralatan perang buat ngeblog. Bawa laptop untuk menulis, notes untuk mencatat poin-poin penting yang perlu ditulis, modem dengan sinyal yang kuat dan kuota internet penuh, hehehe… serta bawa colokan kombinasi sendiri untuk mengecas laptop kalau-kalau baterai habis. Ya, ini mungkin terbaca biasa saja, tapi percayalah kalau saya yakin tanpa salah satu alat perang ini bisa bikin kita kelabakan dalam mengikuti lomba flash blogging.

Bisa gak nulisnya pake smartphone atau tablet? Bisa sih, tapi saya mah gak begitu nyaman. Soal kecepatan ngetik, soal kemudahan loncat-loncat membuka situs atau aplikasi lain, bagi saya sedikit merepotkan jika menggunakan gadget dengan ukuran kecil. Tapi ini mah balik lagi ke soal selera dan kebiasaan sih. Well, karena ini cara saya, jadi saya sedikit subjektif, hehehe ….

Kenapa harus membawa modem untuk konektifitas internet kita? Pengalaman saya mengikuti gelaran acara seperti ini, biasanya panitia memang menyediakan koneksi wifi gratis, apalagi jika acara dilaksanakan di hotel dan sejenisnya, biasanya banyak wifi bertebaran. Masalahnya dengan jumlah peserta yang banyak, tentu kita perlu rebutan buat nyambung ke wifi. Kalau gak kebagian, bisa jadi koneksinya jadi lemot sementara waktu untuk ngeblog begitu terbatas. Kalau waktunya keburu habis, kita bisa gagal sebelum tulisan kita tayang dan dinilai juri.

Begitu pula terkait dengan bawa colokan buat ngecas laptop dan hape. Kadang colokan yang disediakan panitia begitu terbatas, bisa jadi kita gak kebagian slot. Iya kalau beneran laptop atau hape kita penuh, ini kalau udah sekarat? Heuu,… balik lagi, bisa-bisa gagal posting deh.

Bareng blogger kompasiana saat mengikuti salah satu acara flash blogging

Intinya, menyiapkan peperentilan peralatan ngeblog ini adalah untuk menjaga kita agar tidak kalah sebelum berperang. Maksudnya, jangan sampai kalah sebelum tulisan kita dinilai juri gara-gara gagal posting.

Kedua, datang lebih awal dan cari posisi senyaman mungkin. Buat saya ini penting, Selain kita jadi gak grasak grusuk kecapean gegara telat datang, datang lebih awal memungkinkan kita buat cari posisi terbaik yang membuat kita nyaman bikin tulisan. Kriteria posisi terbaik bagi saya sih posisi di depan, atau pun posisi yang bikin nyaman untuk menyimak acara, serta dekat dengan colokan listrik.

Ketiga, cari tahu tentang isu atau tema yang dibahas dalam acara inti. Biasanya kan ketika ada undangan untuk mengikuti acara ini, tentu ada tema tertentu yang bakalan dibahas di acara tersebut. Nah, sebelum datang pada hari H, cari info dulu deh all about isu yang dibahas. Ini penting, karena membuat kita bisa mereka-reka mau nulis apa, menyiapkan berbagai pertanyaan untuk ditanyakan pada saat acara berlangsung, serta menyiapkan outline kasar untuk tulisan kita.

Misal, saat saya diundang oleh SKK Migas untuk acara seminar mereka, saya coba cari tahu tentang instansi ini. Buat menggalinya, pakai saja rumus 5W+1H. Minimal ketika kita sudah tahu tentang instansi pengundang, bahkan isu yang akan dibahas, kita gak bakalan hadir dengan kepala kosong.

Ketiga, buat outline kasar buat bakal calon tulisan kita. Nah, ini mungkin terdengar sedikit tricky, karena kita sudah menyiapkan bahan tulisan bahkan sebelum acara dilaksanakan. Boleh gak? menurut saya sih sah-sah saja, toh kita sudah tahu terlebih dahulu tema acaranya. Lagipula ini hanya semacam kerangka saja yang bakal memudahkan kita ketika menuliskannya saat lomba berlangsung. Beda jika kita sama sekali gak tahu soal siapa penyelenggara acara, tema apa yang diusung dan ketentuan detail lombanya, tentu outline seperti ini tak akan berguna.

Terkandang memang saya sering pula meleset ketikan on the spot. Seringkali saya sudah menyusun outline mau nulis apa, dan menebak isi materi acaranya akan seperti apa, ternyata apa yang dibahas jadi jauh dari prediksi saya. Tapi balik lagi, kalau sudah tahu temanya apa sih biasanya kecil kemungkinan untuk meleset dari outline kita.

Salah satu langkah tricky juga, saya biasanya sudah menyiapkan beberapa paragraf awal untuk opening tulisan saya tersebut. Menyiapkan paragraph awal bisa membatu kita menghemat waktu dalam memproduksi tulisan. Lumayan kan belum apa-apa sudah berbekal beberapa ratus kata pembuka? Supaya bisa kepake, paragraph pembukanya biasanya sih saya tulis tentang hal-hal yang umum terkait acara tersebut.

Misal, ketika ikutan flash blogging di SKK Migas, saya sudah berbekal dua paragraph pembuka yang menjelaskan soal siapa itu SKK Migas, kemudian apa itu tugas SKK Migas. Karena saya yakin orang masih bingung apa bedanya dengan Pertamina, saya coba cantolkan isu tersebut di beberapa paragraph yang saya siapkan.

Nah, satu hal yang sangat penting dalam persiapan ikutan acara flash blogging adalah melatih kemampuan kita dalam menulis cepat menuangkan ide dan gagasan segera ke dalam paragraf-paragraf dalam kondisi penuh tekanan. Saya kerap melihat beberapa teman blogger yang begitu kesulitan dalam menulis lancar ketika acara berlangsung. Mungkin mereka gagap karena adanya tekanan waktu yang sempit sehingga untuk menuangkan ide tulisan menjadi demikian susah. Seringkali saya melihat beberapa teman blogger yang men-delete kalimat-kalimat yang sudah mereka tulis karena merasa kurang pas dengan redaksi mereka.

Biar gak panik dan terbiasa menulis cepat, Ini memang bukan proses instan, perlu dilatih terus menerus. Saya sudah menuliskan kiatnya dalam tulisan sebelumnya yang berjudul Flash Blogging Yang Memacu Adrenalin. Baca deh!

Nah, rasanya poin-poin diatas adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum berperang di medan acara flash blogging. Di tulisan berikutnya, saya bakalan coba tuliskan strategi lainnya ketika on the spot di acara flash blogging.

See u in next article!  

 

 

 

 

Ofi Gumelar

4 thoughts on “Kiat Menang Lomba Flash Blogging: Apa yang Harus Disiapkan?

    1. khusus flash blogging, biasanya si juri mengabaikan soal kesalahan ketik dan kaidah-kaidah EYD karena kan limited waktunya. Jadi kalau salah-salah ketik kata dan kaidah harus dicetak miring, Bold dsb bisa diakomodir. Tapi yaa setelah penjurian tentu kita harus benerin tuh

Leave a Reply to Ofi Gumelar Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *