Kudo, Senjata Andalan Pahlawan Keluarga

Kudo, Senjata Andalan Pahlawan Keluarga
tempo co
Kemeriahan Menyambut Kemerdekaan RI (sumber: tempo.co)

Agustus selalu menjadi bulan yang istimewa buatku. Dari 12 bulan dalam setahun, hanya pada bulan inilah aku bisa merasakan euphoria pada semua orang selama 30 hari penuh. Iya, biarpun kita hanya merayakan kemerdekaan pada tanggal 17-nya saja, tetapi kemeriahan menyambut ulang tahun negara kita sudah terasa sejak awal hingga menjelang habis bulan agustus. Tengok saja, bendera merah putih sudah berkibar didepan setiap rumah sejak tanggal satu, gang-gang sempit berhias dengan gapura bertema merah putih, atau setiap kantor yang menyulap ruang kerja mereka dengan ornamen kemerdekaan. Aku senang, pada Agustus ini semua tampak larut dalam kegembiraan. Nasionalisme kita ternyata tak pernah pudar.

Tahun ini aku tak hanya ingin  memperingati agustusan dengan hanya sekedar ikut beragam perayaan dan lomba-lomba saja. Aku ingin mencari tahu, bagaimana seorang pahlawan itu terlahir dan bisakah kita menjadi salah satu dari mereka? Kedua pertanyaan ini penting, pasalnya kalau saja kita tahu jawabannya, kita bisa melahirkan pahlawan-pahlawan baru bagi kehidupan bangsa ini dan juga menjadi satu dari sekian banyak pahlawan tersebut.

Awalnya aku sempat mengira bahwa pahlawan itu tercipta karena faktor genetis. Ia menjadi pahlawan karena mewarisi gen pahlawan dari kedua orangtuanya. Yaa, pahlawan itu terlahir karena ibu bapaknya memang seorang pahlawan. Tapi kemudian aku tahu gagasan ini terlalu konyol. Ini terlalu dangkal. Tak ada bukti empiris yang mendukungnya. Ambil contoh, Soekarno lahir dari orang tua yang biasa saja, bukan seorang pahlawan. Di masa kini, ada Aleta Baun, perempuan dari Nusa Tenggara Timur yang dinobatkan sebagai pahlawan lingkungan dengan meraih Goldman Environmental Prize 2013, lahir dari keluarga petani. Pun demikian, tak ada bapak-anak yang turun temurun menjadi seorang pahlawan. Sifat pahlawan tak diwariskan sebagaimana kebotakan atau warna kulit yang bakal diturunkan dari orang tua.

aleta 2 mongabay co id
Aleta Baun, Pahlawan Lingkungan Asal NTT, Lahir dari Keluarga Petani (Sumber: mongabay.co.id)

Kemudian, sempat terpikir untuk menjadi pahlawan itu haruslah seseorang yang mempunyai power lebih, bisa jabatan atau harta kekayaan. Bukankah dengan memiliki sumber daya yang lebih kita bisa berbuat sesuatu dengan mudah, termasuk membantu orang lain atau memperjuangkan kepentingan masyakarat banyak, sehingga dikemudian hari diberi label pahlawan? klaim ini muncul karena dijaman dulu pahlawan-pahlawan kita kebanyakan adalah seseorang yang memiliki kekuasan. Bisa jadi ia seorang pangeran, raja atau ulama. Ambil contoh, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari hingga Sultan Hasanuddin. Ada lagi ulama yang memimpin perang Paderi, Tuanku Imam Bonjol, atau Tengku Umar yang meletupkan Perang Aceh.

Tapi aku sedikit ragu soal ini. rasanya hipotesa ini juga keliru, karena kalau dihitung-hitung pahlawan Nasional kita kebanyakan justru lahir dari orang biasa-biasa. Hanya satu hal yang pasti, mereka memiliki jiwa kepemimpinan hingga mampu menggerakkan orang untuk berjuang melawan penjajah.

Pikiranku semakin menerawang jauh. Dari pola yang aku lihat, pahlawan itu lahir secara acak. Ia bisa muncul dimana saja dan kapan saja. Selama masa penjajahan saja, para pahlawan muncul tersebar dari ujung barat hingga timur kepulauan nusantara ini. Selepas masa kemerdekaan, lahirlah pahlawan-pahlawan lain yang terus berjuang di berbagai bidang. Di belahan bumi lainnya pun, yakin deh ia tidak muncul hanya dari satu daerah dan pada masa tertentu saja.

Tapi apakah yang menyebabkan pahlawan itu terlahir? Bagiku salah satu jawabannya adalah motivasi. Ya, rasanya ini jawaban paling logis mengapa seseorang bisa menjadi seorang pahlawan. Kata hati yang menggerakkan mereka untuk berbuat sesuatulah yang menjadikan seseorang memiliki energi lebih untuk ‘berbuat’ sesuatu yang dapat berguna bagi orang lain. Pak Sariban di Bandung, bisa menjadi contoh bagaimana kecintaannya pada lingkungan membuatnya rela keliling kota Bandung setiap hari hanya untuk beberesih kota, tanpa dibayar dan tanpa diminta. Motivasi kecintaannya pada lingkungan telah membuatnya menjadi pejuang kebersihan,…seorang pahlawan lingkungan.

sariban republika co id
Pak Sariban, Pahlawan Lingkungan dari Kota Bandung (Sumber: republika.co.id)

Ikhlas, keinginan memperbaiki keadaan, atau ingin membantu orang lain adalah beberapa alasan yang mungkin memotivasi seseorang sehingga merubahnya menjadi seorang pahlawan. Kata hati ini yang tanpa sadar kemudian menggiring seseorang untuk menjadi seseorang yang hebat, yang begitu berarti  bagi orang lain. Soal ini, sebagai seorang muslim, aku melihat bahwa keharusan untuk berbuat sesuatu bagi orang lain telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Simak salah satu hadist ini, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.”

Aha, dari serangkaian proses pengembaraan pikiran ini aku menemukan satu hal yang penting. Iya, ternyata siapa saja bisa menjadi seorang pahlawan. Kita tak perlu melihat faktor keturunan siapa kita?, tak perlu risau kalau kita Cuma seorang rakyat biasa (da aku mah apa atuh? Hehe…begitu biasa kita bilang), tak perlu menunggu sampai kita punya kekuasaan. Iya, karena untuk menjadi seorang pahlawan ternyata yang dibutuhkan hanyalah niat. Yap, aku sih melihat esensi seorang pahlawan itu adalah bagaimana menjadi seorang yang bermanfaat bagi prang lain. Jadi siapa pun bisa menjadi pahlawan!

Pertanyaannya, bagaimana caranya bisa menjadi pahlawan? Well, kalau aku sih melihat yang simpel-simpel saja, mari jadi pahlawan bagi orang di sekitar kita, dimulai dari keluarga terlebih dahulu dengan cara yang bisa kita lakukan dan gak perlu ribet-ribet amat. Iya, kita bisa menjadi pahlawan keluarga dengan cara kita masing-masing.

Kalau mau tahu, ini ceritaku tentang bagaimana menjadi pahlawan keluarga.

***

Semenjak menikah dan memiliki seorang anak, aku memiliki multi peran. Satu sisi, aku ini seorang anak dari kedua orang tuaku, aku seorang anak bungsu, disisi lain aku juga seorang suami dan ayah yang menjadi pemimpin bagi keluarga kecil yang aku bina. Ternyata multitasking bukan hanya ada di dunia kerja saja, dalam lingkup keluarga pun tanpa disadari kita bisa menjadi seseorang yang memiliki banyak tanggung jawab yang harus diemban.

Menjadi pahlawan keluarga? Duh rasanya sebutan ini terlalu berat buatku. Bagiku, definisi seorang pahlwan keluarga Menjadi pahlawan keluarga berarti menjadi orang yang bisa diandalkan oleh keluargaku. Iya, aku harus bisa menjadi andalan bagi anak dan isteriku, dan juga bagi ibu, bapak, kakak, adik, paman, tante dan semua keluarga besarku. Ada multiperan yang menempel padaku dan aku harus menjadi yang terbaik buat mereka.

Pusing? Nggak juga,…lha aku gak ngejak predikat jadi pahlawan kok. Mereka yang dinobatkan jadi pahlawan nasional juga gak minta kan? Lagipula selain dari pahlawan yang resmi diakui negara, yakinlah ada ribuan pahlawan perjuangan lain yang tak dikenal. Prinsipnya sih aku mah sederhana saja, menjadi orang yang lebih baik dan bisa diandalkan bagi keluargaku.

Simpelnya sih aku cuma ingin menjalankan perananku dengan sebaik- baiknya. Misalkan, bagi anakku tentu saja aku akan banyak memberi perhatian padanya, memberi pendidikan terbaik buatnya, serta mengajarinya hal-hal penting yang akan menjadi bekal bagi masa depannya. Serius amat ya bahasanya? Ya iya, buat kepentingan anak mah aku bakalan 100 persen serius. Hehehe…

Ini sebagian yang aku lakukan dalam rangka menyiapkan bekal hidup anakku kelak. Mengajari anakku olahraga renang adalah salah satunya. Karena aku tahu renang itu akan sangat berguna baginya kelak, dan tentu saja salah satu olahraga yang dianjurkan rasul, aku pun mengajarinya.

a heidi1
Buatku Mengajarkan Renang Itu Hukumnya Wajib (Sumber: dokpri)

Kemudian, Karena aku sudah merasakan bahasa inggris itu sangat menunjang karier dan kuliahku, selain mengajarinya sendiri, aku juga mengikutkannya pada les bahasa inggris, biarpun budgetnya bikin merinding….

IMG-20160828-WA0002
Anakku, Heidi, Saat Perform di Tempat Kursus Bahasa Inggrisnya (Sumber: Dokpri)
IMG-20160828-WA0000
Sedini Mungkin Mengajarinya Bahasa Inggris (Sumber: Dokpri)

Ahh, kalian yang sudah jadi bapak-bapak pastilah melakukan hal yang sama denganku. Lalu apa yang aku lakukan untuk keluargaku yang lain?

father day
Momen Mengharukan Seorang Ayah (Sumber: Dokpri)

Well, karena ingin bisa memberi yang terbaik untuk keluarga dan agar bisa ‘sigap’ membantu keluargaku, aku punya andalan media yang bisa membantuku menjadi pahlawan keluarga. Adalah KUDO (Kios Untuk Dagang Online) yang menjadi senjata andalanku tersebut. Tahu kan? Setiap super hero itu kudu punya senjata andalan, dan Kudo bisa menjadi senjata andalan bagi setiap pahlawan keluarga, termasuk aku dan juga kamu.

a kudo
Senjata Andalan Pahlawan Keluarga (Sumber: kudo.co.id)

Tunggu, ada yang belum kenal Kudo? Apa sih kudo itu? Kudo adalah sebuah platform digital yang memberi kesempatan untuk setiap orang menjadi reseller atau menjual beragam branded ternama, dengan modal minim. Ha, jadi pedangang? Iya Kudo bisa membantu kita untuk menjadi pedangan dengan support sistem dari tim yang handal.

kudo
Kudo Bisa Membantu Mewujudkan Mimpi Menjadi Pahlawan Keluarga (Sumber: kudo.co.id)

Kudo memberi kesempatan kepada setiap orang untuk menjadi pengusaha online biarpun tak punya barang dagangan.  Ha, kok bisa? Iya Kudo telah menyediakan banyak barang untuk kita jual, tentu saja kita akan mendapatkan komisi dari aktifitas penjualan tersebut. Ini yang membedakannya dengan platform lapak-lapak online lain yang sedang menjamur saat ini. Jadi, siapa saja bisa menjadi pengusaha dengan Kudo ini.

Ada beragam produk yang disediakan Kudo untuk menjadi barang dagangan kita. Mulai dari produk fesyen, alat elektronik, alat rumah tangga, emas dan perhiasan, kosmetik, otomotif dan asesorisnya, perlengkapan kantor, keperluan ibu dan anak, hobi serta kupon dan voucher. Selain itu, ada juga fitur untuk pembelian pulsa dan pembayaran beragam tagihan, seperti listrik, internet, air minum hingga premi BPJS. Pokoknya mah lengkap!

produk kudo
Beragam Produk Yang dijual Kudo (Sumber: Kudo.co.id)

Nah, disini peranan Kudo bisa terlihat dalam membantu kita untuk menjadi Pahlawan Keluarga. Iya, seorang ibu-ibu bisa membantu menambah penghasilan suaminya dengan menjadi agen Kudo. Demikian pula seorang anak mahasiswa bisa membantu meringankan beban biaya kuliah dari orang tuanya dengan mengandalkan komisi penjualan barang dari Kudo. Bukankah ini bisa membanggakan sekaligus menjadikan kita menjadi super hero untuk diri kita dan juga keluarga kita?

kudo3

kudo4
Mereka yang Sudah Merasakan Manfaat Menjadi Agen Kudo (Sumber: kudo.co.id)

Ternyata, sudah banyak orang yang telah menjadi agen Kudo dan kemudian bertransformasi menjadi seorang pahlawan keluarga. Ini yang kemudian menarik perhatianku untuk menjajal platform ini demi mewujdukan beragam kemudahan untukku dan keluargaku. Terus terang, aku juga tertarik menjadi agen Kudo karena keseringan stalking facebook teman yang telah merasakan manfaatnya menjadi agen Kudo tersebut.

Tapi aku tidak memakai kudo untuk berjualan, meskipun tentu saja faktanya platform ini tujuannya memang dibuat untuk mereka yang ingin menjadi entrepreuner. Iya, da aku mah ngerasa gak punya bakat buat dagang,… bakatnya jadi pembeli saja. Hehehe…

Sah-sah aja kan memakai kudo bukan buat jualan? Lalu bagimana ceritanya Kudo bisa jadi senjata andalanku buat jadi pahlawan keluarga? Mudah saja sih, aku lebih banyak mengandalkan fitur pembayaran tagihan dan pulsa untuk membantu saudara-saudaraku yang seringnya kepepet kehabisan pulsa atau lupa bayar beragam tagihan.

Suatu hari di tanggal tua, kadang ada saudara yang meminta dibayarin dulu tagihan PLN-nya karena sudah telat, atau kadang kakak minta diisiin pulsa sekedar untuk menelepon ibu kami. Ahh, hal-hal sederhana seperti ini kelihatannya sepele, tapi cukup merepotkan juga kalau kita tak sigap?

tagihan
Transaksi Yang Sering Aku Gunakan di Kudo (Sumber: kudo.co.id)

Dan Kudo mampu mengatasinya. Iya,..Kudo memang melayani juga pembayaran tagihan atau pembelian pulsa beragam operator. Ini yang bikin saya senang, karena bisa secara cepat memenuhi permintaan saudara seperti disebutkan diatas.

Asyiknya lagi, transaksi pembayaran tagihan atau pembelian pulsa di Kudo sangat mudah dan cepat. Cukup tinggal pencet-pencet fitur dalam aplikasi Kudo yang sudah terinstal di smartphoneku, tak berapa lama prosesnya pun bisa selesai. Oh ya, kalau kurang ngerti dan rada gaptek, ada juga lho panduannya di aplikasi tersebut untuk melaksanakan beragam transaksi. Kalau mau nanya-nanya juga, Costumer Service Kudo sigap banget lho buat bantu,…

Tentu saja, selain untuk bayar tagihan dan pulsa terkadang aku juga pakai aplikasi Kudo untuk membeli barang-barang buat keperluan anak atau sekedar untuk hadiah bagi saudara-saudaraku. Iya, produk yang ditawarkan untuk dijual di Kudo ini lumayan banyak dan tentu saja berkualitas.

Bagiku, Kudo telah memenuhi ekspektasiku untuk membantu menjadi seorang anggota keluarga yang bisa diandalkan. Daftarnya mudah, depositnya minim banget (bisa mulai 10ribu perak bro,…), fast respon dan tentu saja support dari para staff Kudo yang sangat ramah dan helpful banget menjadi alasanku untuk menjadikan Kudo sebagai andalanku dalam membantu memenuhi beragam kebutuhanku dan juga keluargaku.

kudo1
Jadi Agen Kudo Gak Pake Ribet (Sumber: kudo.co.id)
a tips
Tips Belanja Online di Kudo (Sumber: kudo.co.id)

Kamu yang belum tahu gimana caranya bisa membanggakan keluarga, boleh coba jadi agen Kudo dan jadilah seseorang yang bisa diandalkan. Eh, kalau mau coba jadi agen Kudo, kamu bisa kok masukin kode reveral aku ketika daftar jadi agen Kudo. Nih, catet yaa : Aevusfd

Dijamin, kamu gak bakal nyesel deh!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ofi Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *