Lupa?antara anugerah dan musibah

Lupa merupakan salah satu sifat khas manusia sebagai makhluk yang lemah. Saya yakin semua orang pasti memiliki sifat ini, entah dalam tahap jarang, kadang-kadang, sering atau malah gejala penyakit lupa yang akut.

Lupa bisa saja menjadi anugerah ataupun musibah, tergantung konteksnya. Lupa bisa menjadi anugerah ketika seseorang bisa melupakan kejadian buruk, menyakitkan ataupun memalukan yang pernah dialaminya. Menurut saya, ketika seseorang bisa merupakan ‘tragedi buruk’ yang menimpanya, pada kondisi ini bisa dikatakan lupa sebagai anugerah. Sebabnya, ketika orang bisa melupakan semua kejadian buruk tersebut, dia akan bisa terus  bergerak maju, menganggapnya sebagai angin lalu dan tidak menjadi ganjalan dalam hidupnya. Bisa dibayangkan seandainya kejadian sebaliknya, seseorang terus menerus mengingat moment buruk yang dialaminya, apa yang terjadi? dendam mungkin? mengurung diri terus karena malu? atau  mungkin dalam level ekstrimnya bisa saja sampai bunuh diri? bersyukurlah kita diberi sifat ‘lupa’. Hidup bisa terus MOve On…

Kebalikannya, lupa bisa menjadi musibah ketika hal-hal penting yang seharusnya terus dijaga dalam memori kita malah dilupakan. Contoh, kebaikan seseorang, kewajiaban sholat, lupa bawa duit ketika berbelanja, hehehe…maupun hal-hal positif lainnya janganlah dilupakan. Ketika kita melupakananya, maka musibah lah yang terjadi.

Terkait hal ini, bangsa Indonesia juga rupanya sedang mengalami gejala lupa yang akut. Banyak kasus penting yang belum terselesaikan bisa dilupakan dengan begitu saja. Entah disengaja atau tidak, sepertinya ada mekanisme tersendiri di level tinggi untuk membuat orang melupakan ‘kasus-kasus’ yang justru penting untuk diselesaikan namun dilupakan. Pemberitaan yang gencar tentang suatu kasus akan hilang begitu saya ketika muncul kasus baru yang memiliki nilai berita yang tinggi. Alhasil, lupa laah orang  dengan kasus terdahulu. Saya tidak tahu apakah ini anugerah atau musibah? silahkan menafsirkannya sendiri.

Dari sini kita bisa merenung, ternyata Tuhan tidak sia-sia memberi sifat lupa pada manusia. Adakalanya kelemahan kita itu bisa menjadi anugerah.

Salam,

OSG

Ofi Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *