Sering Kehabisan Ide Menulis? Buka Koleksi Fotomu dan Berceritalah

Lewat Buku Ini, Seno Bercerita Lewat Koleksi Foto-fotonya

 

Salah satu penyakit yang sering dialami oleh penulis adalah kehabisan ide menulis. Padahal tanpa ide apa yang akan ditulis? Jujur saja, saya termasuk salah satu diantara sekian banyak orang yang begitu bersemangat ingin menulis tapi kerap mati kutu gegara kehabisan ide. Apakah kamu senasib dengan saya?

Perlahan, saya banyak belajar bagaimana cara mengatasi penyakit kehabisan ide ini. Kemarin saya menulis soal salah satu trick mengatasi kehabisan ide menulis, beberapa hari sebelumnya di laman kompasiana saya juga membuat kurasi soal pendapat kompasianer soal tips mengatasi penyakit mendasar penulis ini. Sekarang saya juga mau sharing salah satu tips lainnya. Apa itu?

Oke, salah satu cara untuk mendapatkan ide menulis adalah dengan menggunakan koleksi foto kita sebagai sumber ide tulisan. Iya, foto selain berguna sebagai ilustrasi tulisan juga bisa digunakan sebagai bahan utama dalam meracik sebuah tulisan.

Cara ini pernah dilakukan oleh penulis Seno Gumira Ajidarma ketika membuat buku Jejak Mata Pyongyang. Seno bahkan menyebut buku ini sebagai graphic travelogue, karena sejatinya ia berisi catatan perjalanannya ke Pyongyang berdasarkan foto-foto yang diambilnya sewaktu melawat ke ibukota Korea Utara tersebut. Buku ini intinya adalah kumpulan foto yang diberi narasi panjang lebar.

Jejak Mata Pyongyang  ditulis sepuluh tahun setelah Seno melakukan perjalanan ke kota Pyongyang tersebut. Tepatnya, ia melakukan perjalanan ke Pyongyang pada tahun 2002 ketika Korea Utara masih dipimpin oleh Kim Jong Il. Kematian Jong Il pada tahun 2011 kemudian mematik ingatan Seno akan kenangan perjalanannya ke negara komunis di belahan utara Korea tersebut, untuk kemudian menuliskannya dalam sebuah buku.

Asal tahu saja, Korea Utara termasuk negara yang menutup diri dari pergaulan dunia sehingga termasuk negara yang masih berselaput kabut misteri. Misteri bagaimana kondisi kotanya, pemerintahannya, maupun sosial masyarakatnya. Saya sendiri mengakui, ketertarikan untuk membeli buku ini salah satunya karena ingin lebih mengenal kondisi kota di negara komunis itu seperti apa.

Dari selembar foto, Seno menggali memori kisah perjalanannya

Bisa dibayangkan, berapa banyak detail ingatan yang tersisa dalam rentang sepuluh tahun tersebut? Seno sendiri tidak membuat catatan-catatan selama melakukan perjalanannya tersebut yang bisa menyimpan memori kisahnya. Beruntung, ia banyak mengambil foto-foto selama melakukan lawatannya ke negeri yang kini dipimpin Kom Jong Un tersebut. Dari sinilah ia kemudian menjadikan koleksi foto-fotonya sebagai sumber referensinya dalam membuat buku. Lewat foto, Seno menggali arsip-arsip ingatannya untuk kemudian menuangkannya menjadi narasi kisah perjalanan yang menarik.

Apa yang dilakukan Seno, bisa kita tiru dalam menggali ide menulis

Aha, cara yang sama tentu saja bisa kita lakukan juga untuk membuat sebuah tulisan. Yap, buka koleksi foto kita, kemudian berceritalah berdasarkan apa yang ditangkap foto tersebut. Kalau kita punya sejumlah foto yang bertema sama, kita tentu saja bisa bercerita banyak. Kalau pun tidak, dari satu foto saja saya yakin kita bisa membuat satu tulisan yang bercerita panjang lebar.

Saya jadi kepikiran untuk melakukan hal yang sama dengan yang Seno lakukan. Saya coba aduk-aduk folder foto di laptop saya. Kebetulan saya punya stok foto yang lumayan banyak selama saya belajar di kota Miyazaki, Jepang. Saya yakin tak banyak orang yang tahu soal kota Miyazaki. Kamu belum pernah dengar kota Miyazaki kan?

Koleksi foto selama di Miyazaki, bisa menjadi sumber ide menulis
Apa yang saya bisa ceritakan dari gambar ini?
Kalau dituangkan dalam tulisan, bisa menjadi tulisan yang sangat menarik

Aha,… saya bisa bercerita banyak soal kota Miyazaki dengan berbagai angle berdasarkan foto-foto yang saya jepret di sana. Atau bisa saja saya bisa bercerita soal suka duka belajar disana. Wah, ini sih bisa jadi satu buku seperti Jejak Mata Pyongyang. Mungkin saya bakal ngasih judul buku saya tersebut Memori Miyazaki,…atau Mengejar Asa di Miyazaki,…halaahhhhh.

Tuh, saya sudah bisa menemukan ide tulisan dari hasil mengaduk-aduk folder foto koleksi saya. Saya yakin kamu juga bisa menemukan hal serupa. Coba buka koleksi fotomu, dan temukan ide tulisan menarik di sana.

Yuk, nulis!

 

Ofi Gumelar

2 thoughts on “Sering Kehabisan Ide Menulis? Buka Koleksi Fotomu dan Berceritalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *