Tentang Resolusi Tahun Baru

Mumpung masih di awal tahun, saya mau ngomongin soal resolusi. Tahu kan, setiap kali ada momen pergantian tahun, banyak orang yang ribut soal resolusi mereka untuk satu tahun ke depan. Apakah kamu juga termasuk salah satunya?

Sebagai orang yang spontaneous, saya baru ikutan bikin resolusi tahunan tahun lalu. Ini juga mungkin karena ikut-ikutan orang. Kalau gak salah, saya bikin dikertas dalam bentuk mindmap gituh, isinya yaa beberapa target yang ingin saya raih di tahun 2017 lalu. Is it works? Definitely no. Rasanya gak sampai sebulan saya sudah melupakan resolusi-resolusi tersebut. Kertasnya pun hilang,… padahal seingat saya sempat saya tempel di dinding untuk penyemangat.

Ya, saya mengamini apa yang dibilang Rene Suhardono dalam rubric UltimateU nya di koran kompas edisi sabtu, 30 September 2017 kemarin. Katanya, berdasarkan penelitian lembaga riset di Amerika sono, orang cuma semangat dan fokus mengejar target-target resolusi mereka hanya sampai bulan April. Selebihnya mereka sudah lupa, atau mungkin kehabisan energi.

Apa yang salah? Jawaban pertanyaan ini saya temukan dalam salah satu artikel di bukunya Irfan Amalee, Islam Itu Ramah Bukan Marah. Di sana disebutkan kegagalan banyak orang mengejar target-target resolusinya karena mereka terlalu banyak membuatnya!!! Ini membuat kebanyakan orang tak bisa fokus pada target-target tersebut, mungkin karena konsentrasi mereka terpecah. Terlalu banyak target juga bisa menciutkan energi kita untuk mengejarnya. Irfan menyarankan untuk membuat satu target saja dalam resolusi tahunan tersebut. Maksudnya biar kita bisa lebih fokus dan bersemangat karena hanya ada 1 hal yang dikejarnya.

Sejalan dengan Irfan, saya menemukan pula tulisannya Dewa Eka Prayoga, salah satu guru bisnis yang lagi ngetrend, yang menuliskan resolusi tahunannya dalam satu hal. Kalau tidak salah, untuk tahun ini ia menulis tema resolusinya dalam satu kata, Produktifitas. Bedanya, dari satu kata ini ia menjabarkan lagi lebih detail target besarnya tersebut menjadi target-target lain yang lebih kecil, dengan rentang waktu tertentu.

Nah, kamu sepakat dengan saran Irfan Amalee? Saya sih iyes,…gak tahu dengan kamu. Yang pasti dari sini saya mencoba merekonstruksi resolusi  yang ingin saya raih di tahun ini. Bagaimana dengan kamu?

Terakhir, untuk membantu kamu menjawab pertanyaan saya tersebut, saya coba kasih satu pepatah Rusia yang cocok dengan cuap-cuap saya diatas: “Jika kamu memburu dua ekor kelinci, kamu tidak akan mendapatkan seekor pun!”

 

Ofi Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *